Geruduk Kantor Gojek, Ini Isi Petisi Sopir Gocar

Dibaca: 16162 kali  Senin, 06 Agustus 2018 | 15:35:44 WIB

Ratusan driver GoCar Pekanbaru menggeruduk kantor Gojek di komplek perkantoran Sudirman Square, Senin (6/8/2018). Dalam tuntutannya, mereka menuntut kebijakan manajemen yang dinilai merugikan para driver GoCar Pekanbaru.

"Demo ini kami meminta dan mengeluh tentang turunnya tarif insentif. Untuk itu hari ini kita mendatangi kantor Gojek Pekanbaru untuk mempertanyakan insentif karena insentif kita hampir sama dengan Gojek. Dari Rp220 ribu menjadi Rp90 ribu. Untuk Gojek Rp80 ribu, belum lagi penumpang sepi," kata driver GoCar, Argon kepada CAKAPLAH.com.

Untuk itu, driver membuat petisi yang berisi tuntutan yang diberikan kepada manajemen Gojek Pekanbaru.

"Ada beberapa tuntutan kami di petisi ini, antara lain mitra driver meminta insentif kembali ke jumlah semula, mitra menolak penurunan insentif," cakap Argon.

Selanjutnya, mereka juga menuntut agar diseimbangkan penurunan insentif dengan tarif yang ada, dengan artian tarif gocar mesti dinaikkan. Mereka  meminta untuk tidak ada PM. Selain itu, mitra ingin sama sama menguntungkan antara mitra Gojek dan Gocar.

"Jika gojek tak mampu membuka operasional di Pekanbaru lebih baik tutup saja," sambungnya.

Selanjutnya, mitra gojek meminta potongan 20 persen direalkan dan meminta kelebihan yang selama ini dikembalikan. Ops Manager harus membuat keputusan dan perpanjangan tangan terhadap masalah yang ada di Pekanbaru.

"Mitra merasa dirugikan karena Gojek tidak menganggap driver seperti mitra, untuk itu mitra akan melakukan off bid sampai mendapatkan jawaban," cakapnya lagi.

"Jika tuntutan kami 1x24 jam tak digubris, kita akan melakukan aksi yang lebih besar lagi, dan lebih terorganisir," tukas Argon.

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Selasa, 11 Desember 2018 - 23:13:07 WIB

Timsel Seleksi KPU Kabupaten/Kota Diduga Lakukan Kecurangan

PEKANBARU-riautribune: Sejumlah peserta seleksi KPU Kabupaten/kota mempertanyakan hasil keputusan timsel KPU Kabupaten/kota wilayah II, Provinsi Riau, karena dianggap janggal. Demikian diungkapkan oleh Muhammad Sukriadi salah satu peserta seleksi KPU kabupaten Rokanhulu, perihalnya timsel tidak memperlihatkan profesionalitas dalam menjalankan tugas