Advertorial

Festival Sampan Leper 2018, Khazanah Budaya Masyarakat Inhil Beradaptasi dengan Alam

Dibaca: 14455 kali  Ahad, 29 Juli 2018 | 09:58:24 WIB
Festival Sampan Leper 2018, Khazanah Budaya Masyarakat Inhil Beradaptasi dengan Alam
Ket Foto :

TEMBILAHAN - riautribune: Festival Sampan Leper kembali digelar, iven tahunan ini kembali menyedot perhatian masyarakat, hal itu terlihat banyaknya orang yang memadati Jembatan Getek Inhil untuk melihat aksi para peserta mendayung sampan di atas lumpur, Sabtu (28/7/2018).

 

Sebanyak 23 regu dan 40 orang terdaftar akan mengikuti pertandingan yang diadakan selama dua hari itu, hadiah menarik pun telah disiapkan oleh pihak panitia untuk para pemenang.

 

Meski tidak mudah untuk mendayung sampan di atas lumpur, namun setiap tahunnya iven ini selalu diikuti oleh banyak peserta, jika sebelumnya hanya peserta sebatas daerah di dekat lokasi acara saja, kini peserta dari kecamatan lain pun turut serta meramaikan.

 

"Tujuan pelaksanaan festival ini adalah untuk melestarikan dan mengembangkan wisata berbasis budaya dan kearifan lokal yang merupakan khazanah budaya masyarakat Inhil dalm beradaptasi dengan alam," ujar RM Sudinoto, Plh Asisten Administrasi Umum saat mewakili Bupati Inhil, HM Wardan membuka acara.

 

Tidak hanya itu, dengan adanya festival yang setiap tahunnya diadakan di Kuala Getek Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan itu dikatakannya untuk mengembangkan kreativitas masyarkat dalam menciptakan daya tarik wisata berbasis budaya.

 

"Ini kita jadikan sebagai ciri khas daerah yang berbeda dengan daerah lain, menumbuh kembangkan kecintaan generasi muda terhadap kearifan lokal yang ada, meningkatkan perkembangan sosial dan ekonomi masyarakat tempatan serta pelaku usaha pariwisata melalui penyelenggaraan event, serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke Inhil dan memberikan kontribusi terhadap kunjungan wisata ke Provinsi Riau," tukas Sudinoto.

 

Sampan Leper dulunya adalah merupakan sebuah moda transportasi yang kerap kali dimanfaatkan oleh masyarakat di wilayah Kuala Getek untuk menyeberang saat sungai tengah dalam kondisi surut.

 

Melihat kebiasaan masyarakat yang unik itu, akhirnya Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Inhil menjadikannya sebuah festival yang diselenggarakan setiap tahunnya. (Mal/ADV)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »