PA 212: Kapitra Berkhianat karena Jadi Caleg PDIP

Dibaca: 8190 kali  Kamis, 19 Juli 2018 | 09:31:04 WIB
PA 212: Kapitra Berkhianat karena Jadi Caleg PDIP
Ket Foto :

JAKARTA - riautribune : Persaudaraan Alumni (PA) 212 bereaksi keras dengan pencalegan Kapitra Ampera melalui PDIP. PA 212 menilai Kapitra telah berkhianat kepada umat dengan tindakannya tersebut.

PA 212 ingin menjawab pertanyaan masyarakat mengenai pencalegan Kapitra yang tidak sesuai dengan instruksi Habib Rizieq. PA 212 mengatakan Habib Rizieq Syihab telah menginstruksikan untuk memutus hubungan dengan partai-partai yang berseberangan pandangan.

"Jawabannya adalah dia telah berkhianat karena para ulama telah menginstruksikan untuk menjauhi dan memutus hubungan dengan partai-partai (Nasdem, Perindo, Hanura, PPP, Golkar, PKB, dan lain-lain) pendukung penista agama," kata Ketua Divisi Hukum PA 212, Damai Hari Lubis, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (19/7/2018).
 

PA 212 mengimbau semua simpatisannya untuk menggagalkan PDIP dalam meraup suara. Pihaknya meminta simpatisan bekerja keras untuk mewujudkan hal tersebut.


"Termasuk tentunya 'menenggelamkan' suara PDIP dalam artian simpatisan, konstituen diimbau oleh para ulama untuk bekerja keras mengalahkan partai-partai pembela penista agama di pemilu," ujar Damai.
 

Nama Kapitra diumumkan menjadi bakal calon anggota legislatif (caleg) PDI Perjuangan. Kepastian ini disampaikan langsung Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Kapitra maju sebagai caleg dari Daerah Pemilihan (Dapil) Riau.(dtk)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Nasional" Index »

Senin, 13 Agustus 2018 - 19:26:36 WIB

Michale: "Kami Harap Mitra Paham, Perusahaan Juga Harus Bertahan"

PEKANBARU-riautribune: Menanggapi aksi demo yang dilakukan oleh ratusan sopir Gocar di Pekanbaru, Senin (13/8),Vice President Corporate Communications GO-JEK Michael Say mengatakan, pihaknya sangat terbuka mendengarkan masukan dari mitra, namun demikian pihak Gojek Indonesia berharap para mitra memahami, karena perusahaan harus bertahan terhadap kondisi pasar.