Tiket Nonton Timnas Indonesia Lawan Malaysia di Piala AFF U-19 Ludes

Dibaca: 14176 kali  Kamis, 12 Juli 2018 | 13:32:09 WIB
Tiket Nonton Timnas Indonesia Lawan Malaysia di Piala AFF U-19 Ludes
Ket Foto :

Sidoarjo - Riautribune:Pertandingan Timnas Indonesia dengan Malaysia pada semifinal Piala AFF U-19 disambut antusias. Tiket nonton di Stadion Gelora Delta Sidoarjo sudah ludes sejak pagi. Indonesia akan menghadapi Malaysia pada laga hidup mati di semifinal Piala AFF U-19, Kamis (12/7/2018).

 

Pertandingan itu digeber di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur. Antrian pembelian tiket sudha mengular sejak pagi. Bahkan, sampai luber di jalan raya dan menyebabkan kemacetan di area jalan di depan Stadion Gelora. Tiket dinyatakan habis dalam tempo dua jam sejak loket dibuka. Dari wawancara detikSport, penonton sudah mengantri sejak dini hari. Tak sedikit yang mengnatre sejak pukul 01.00.

 

"Kami datang bersama teman-teman mulai kemarin Rabu (11/7/2018) sekitar pukul 23.15 malam. Itu saja di depan sudah puluhan yang mengantre," kata Andik (21) warga Pasuruan, Kamis (12/7/2018). Hal yang sama disampaikan oleh Amilia (17) warga Sidoarjo. Dia nekat berangkat lebih awal sekitar pukul 04.00 demi mendapatkan dua lembar tiket ekonomi.

 

"Alhamdulillah mendapatkan tiket, meskipun perlu perjuangan yang melelahkan," kata Amilia menambahkan. Sementara itu, menurut kordinator panitia, Bandung Saputra, mengatakan bahwa penjualan tiket dimulai pukul 09.00.

 

Tiket pertandingan Piala AFF 2018 dibagi dalam tiga katagori. Untuk tiket VIP seharga Rp 150 ribu, tiket Utama dipatok Rp 100 ribu, sementara katagori ekonomi dijual Rp 100 ribu.

 

"Untuk pertandingan Timnas Indonesia U 19 lawan Tim U 19 Malaysia panitia menyediakan 26 ribu tiket. Dengan rincian 24 ribu tiket dijual secara offline, sementara yang 2 ribu di jual secara online," kata Bandung saat dihubungi.

 

Dalam antrean itu, muncul kejadian tak diinginkan. Empat penonton pingsan. Mereka kelelahan karena terlalu lama dalam menunggu antrian.

 

"Saya nunggu sejak pukul 03.00 pada saat sedang antri terjadi desak-desakan, dan terjepit di pembatas penjualan tiket," kata Andika (19) asal Kediri.

 

Andika menambahkan, dia berharap bahwa panitia membantu teman-teman yang pingsan saat antri tiket. Namun sampai saat pengumuman tiket ekonomi habis, dia belum juga mendapatkan tiket. "Tadi dijanjikan oleh seseorang panitia dijanjikan akan dibantu dalam pembelian tiket.

 

Namun, sampai saat ini belum mendapat tiket," Andika menjelaskan. Sementara itu, di tempat yang sama, Kapolsekta Kota Sidoarjo Kompol Rochsulullah, mengatakan bahwa penjualan tiket itu sebenarnya di buka pukul 09.00.

 

Kemudian dipercepat pukul 07.15. mulai dibuka. "Sekitar pukul 09.15 tiket ekonomi habis, dalam penjualan tiket tersebut tidak ada insiden. Hanya ada empat penonton yang pingsan, namun semuanya sudah tertangani," kata Rochsulullah.(dsc)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Olahraga" Index »

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.