Advertorial

PMI Inhil Salurkan Bantuan Kepada Bayi Penderita Infeksi Paru - Paru

Dibaca: 20933 kali  Ahad, 08 Juli 2018 | 10:33:52 WIB
PMI Inhil Salurkan Bantuan Kepada Bayi Penderita Infeksi Paru - Paru
Ket Foto :

Tembilahan - riautribune: Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menyalurkan bantuan kepada seorang bayi penderita infeksi paru - paru di RSUD Puri Husada, Tembilahan, Sabtu (7/7/2018) pagi.

 

M Iman Ramadhani, bayi berusia 38 hari, terpaksa harus mendapat perawatan intensif karena infeksi paru - paru yang dideritanya.

 

Tak beberapa lama pasca dirawat, PMI Kabupaten Inhil yang mendapatkan kabar tentang kondisi kesehatan anak dari pasangan Dona dan Dewi ini pun segera menyambangi.

 

Melihat kondisi dari kedua orang tua bayi yang tergolong tidak mampu, PMI Inhil berinisiatif untuk menyalurkan bantuan.

 

Bantuan yang diserahkan langsung oleh Ketua PMI Inhil, Hj Zulaikhah Wardan tersebut adalah berupa Susu Bayi, Pampers, Selimut, tissue basah, minyak telon, botol susu dan perlengkapan mandi bayi.

 

Dengan sejumlah bantuan yang disalurkan, Hj Zulaikhah Wardan berharap, agar kedua orang tua bayi pengidap infeksi paru - paru tersebut dapat sedikit tertolong.

 

"Alhamdulillah, setelah mendengar adanya kabar ini, PMI langsung bergerak memberikan bantuan. Semoga bantuan ini bisa membantu memenuhi kebutuhan anak kita Iman," ujar Ketua PMI Inhil, Zulaikhah Wardan.

 

Selanjutnya, Hj Zulaikhah Wardan mengharapkan agar pihak RSUD Puri Husada Tembilahan dapat menangani bayi pengidap infeksi paru - paru, M Iman Ramadhani.

 

"Kami segenap pengurus PMI Inhil senantiasa mendoakan, agar anak kami M Iman Ramadhani dapat segera sembuh," tukas Hj Zulaikhah Wardan. (Diskominfops Inhil)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.