90 Persen Suara Masuk

Hitungan Cepat PolMark Indonesia, Syamsuar - Edy Nasution Unggul 38,22 Persen

Dibaca: 27857 kali  Rabu, 27 Juni 2018 | 16:27:37 WIB
Hitungan Cepat PolMark Indonesia, Syamsuar - Edy Nasution Unggul 38,22 Persen
Ket Foto :

PEKANBARU - riautribune: Hitungan cepat yang dilakukan PolMark Indonesia sudah masuk 90 persen TPS. Pasangan Syamsuar-Edy Nasution meraih suara 38, 22 persen.

 

“Kita sudah menghitung di 316 TPS dari 350 sempel TPS yang kita hitung secara cepat. Hasilnya pasangan nomor urut 1 meraih 38, 22 persen,” kata Direktur Operasional Polmark Indonesia, Maikal Febriant, Rabu (27/6/2018), di Pekanbaru.

 

Maikal menjelaskan, bahwa hitungan cepat ini margin of errornya plus minus hanya 1 persen.

 

Masuknya 90 persen sample hitungan cepat suara ini, sambung Maikal, berdasar pengalaman Polmark maka trend masing-masing perolehan suara pasangan calon tidak akan jauh berubah.

 

“Dengan hasil hitungan cepat ini, saya bisa menyimpulkan bahwa pemenang Pilkada Riau 2018 ini adalah pasangan Syamsuar-Edy Nasution,” ungkap Maikal.

 

Suara terbanyak kedua diraih Arsyadjuliandi Rahman-Suyatno sebanyak 24,35 persen.

 

Sementara posisi suara terbanyak ketiga diperoleh pasangan Firdaus-Rusli Efendi, nomor urur 3 sebanyak 20.76 persen.

 

Sementara pasangan nomor urut 2, Lukman Edy-Hardianto dengan perolehan suara sebanyak16,67 persen. (***)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Pekanbaru" Index »

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.