Advertorial

Demi Dukung WARdanSU, Anggota Laskar Pelangi ini Rela Pangkas Rambut dan Ukir Nama Paslon di Kepala

Dibaca: 16208 kali  Sabtu, 23 Juni 2018 | 19:23:45 WIB
Demi Dukung WARdanSU, Anggota Laskar Pelangi ini Rela Pangkas Rambut dan Ukir Nama Paslon di Kepala
Ket Foto :

Kotabaru - riautribune: Pemandangan unik memang kerap kali tersaji dalam setiap ajang 'Pesta Demokrasi' lima tahunan, seperti Pilkada. Berbagai tingkah polah pendukung pun menjadi daya tarik tersendiri dalam kontestasi pemilihan Kepala Daerah.

 

Sejumlah pria yang diketahui merupakan anggota tim laskar pelangi, salah satu relawan pendukung pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Inhil, H Muhammad Wardan - H Syamsuddin Uti rela memangkas rambut dan mengukir angka 3 (Tiga) sebagai bentuk loyalitas.

 

Ukiran angka 3 yang tersemat 'Indah' di kepala para pria yang tidak lagi muda ini merupakan nomor urut dari pasangan Wardan - SU. Selain ukiran angka 3, beberapa Pria juga sengaja memuat tulisan Wardan - SU di kepala mereka.

 

Adalah Giman (42), simpatisan asal Tembilahan yang tanpa ragu mengukir kepalanya dengan angka 3. Menurut anggota 'Laskar Pelangi' itu, apa yang dilakukannya merupakan wujud kecintaannya terhadap pasangan calon Wardan - SU.

 

Giman mengatakan, kecintaan itu lahir karena sosok dari pasangan calon yang agamis, ramah dan merakyat. Disamping itu, khusus bagi H Muhammad Wardan, Giman mengatakan, kinerjanya selama menjabat sebagai Bupati Inhil periode 2013 - 2018 dinilai sangat memuaskan.

 

"Saya berharap agar pasangan nomor urut 3 dapat memenangkan Pilkada Inhil. Menjadi Bupati dan Wakil Bupati yang akan memimpin Inhil 5 tahun kedepan, Hidup Wardan - SU," pekik Giman yang diwawancarai pada acara Kampanye Akbar di Keritang, Sabtu (23/6/2018).(***)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.