Pengamat Politik Nasehati Elite 

 Birokrat Pemko Jangan Menghamba Pada Kekuasaan.

Dibaca: 5807 kali  Sabtu, 23 Juni 2018 | 16:11:14 WIB

PEKANBARU-riautribune: Pengamat politik Riau Faisal Umar,SIP,MS menuturkan hendaknya langkah yang dibuat oleh para elite birokrat Pemko tidak mencerminkan keberpihakkan, atau menghamba kepada kekuasaan.
  "Saya pikir tindakkan mendesain HUT kota seperti halnya logo salah satu pasangan calon, adalah sebuah ilustrasi bahwa elite Birokrat Pemko telah menghamba kepada kekuasan. Harusnya mereka sadar sebagai Birokrat, limit kekuasaan mereka terbatas, apalagi zaman sekarang sejak diberlakukan UU ASN, harusnya birokrat cukup bekerja sesuai dengan tupoksinya, jadi bukan malahan terlibat pada politik praktis. Ada harus ingat, apakah ada jaminan penguasa tadi akan memperhatikan anda saat terpilih, ingat itu,"ucap Faisal memberikan nasehat menyikapi fenomena viralnya logo HUT kota Pekanbaru yang memiliki warna senada dengan salah satu pasangan calon ketika dimintai tanggapannya oleh wartawan perihal viralnya tanggapan warga soal brosur HUT Kota Pekanbaru.
 Meskipun demikian Faisal menuturkan bahwa dirinya menilai tidak semua Birokrat Pemko memberikan dukungan atas hal tersebut. Upaya-upaya itu, hanya dilakukan pada segelintir orang, yang saat ini berikan mainan jabatan, sehingga karena khawatir terpaksalah bermain politik praktis.
  Di media sosial, baik Facebook dan Istagram, brosur tersebut menimbulkan pertanyaan. Sebab seakan-akan memberi arah dukungan pada Paslon nomor urut 3, Firdaus-Rusli Efendi karena sarat akan simbol dan angka 3. 
 jika melirik viral ini, maka dikatakan Faisal, sudah tiga kali Pemko melakukan blunder jelang Hari pemilihan Gubernur, yang justru memberikan presenden negatif terhadap figur paslon.
  "Sebelumnya kita sempat membaca hebohnya berita Sekdako diperiksa Bawaslu bahkan di laporkan ke Komisi ASN, kedua kasus surat Himbauan Pemko agar PNS dan honorer atau THL untuk berperan aktif pada Pilgubri, kendati beberapa hari kemudian surat ini dicabut. Ketiga adalah, fenomena kegiatan gerak jalan santai dalam rangka HUT kota Pekanbaru.
  "Yah, pesan kami satu saja, ingat sebagai pejabat harusnya memberikan tauladan kepada masyarakat. Jangan marah ketika ada fenomena masyarakatnya "Mabok" karena "Elite nya Sakau,"Ucap Faisal menyindir, itulah akhirnya yang merusak alam demokrasi di daerah.


"Kok seperti orderan ya, angka tiganya warna biru hijau, terus kok angka tiga semua, tiga kilo, tiga hadiah utama, ini ada apa?" tulis salah seorang warga di kolom komentar Instagram.
 

 Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru akan menggelar gerak jalan santai HUT kota Pekanbaru ke-234. Akan tetapi brosur dan pamflet yang disebar ke masyarakat menimbulkan banyak pertanyaan.

 Di media sosial, baik Facebook dan Istagram, brosur tersebut menimbulkan pertanyaan. Sebab seakan-akan memberi arah dukungan pada Paslon nomor urut 3, Firdaus-Rusli Efendi karena sarat akan simbol dan angka 3. 

"Kok seperti orderan ya, angka tiganya warna biru hijau, terus kok angka tiga semua, tiga kilo, tiga hadiah utama, ini ada apa?" tulis salah seorang warga di kolom komentar Instagram. 

Menanggapi hal tersebut,  pengamat Kebijakan Publik Saiman Pakpahan, menilai kegiatan gerak jalan santai dalam rangka HUT Kota Pekanbaru ke-234 sarat mengandung unsur politik di dalamnya. 

Saiman mengatakan brosur yang   disebar luaskan memperlihatkan bentuk keberpihakan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terhadap salah satu pasangan calon Gubernur Riau. 

“Itu kan jelas simbolnya. Angka tiganya, tanjak warna biru dan hijau. Sudah jelas itu simbol salah satu Paslon,” ujarnya. 

Dosen Universitas Riau (UR) ini mengatakan seharusnya Pemko Pekanbaru berhati-hati dalam membuat dan menentukan isi brosur yang akan disebar tersebut, serta tidak mencapurkan hari jadi Kota Pekanbaru dengan politik. 

“Lembaga pemerintah fungsinya melayani masyarakat, tidak hanya masyarakat Firdaus saja. Pemerintah tidak boleh berpihak. Harus berdiri di semua golongan,” ujarnya. 

Saiman menambahkan, Pemko Pekanbaru harus segera mengganti simbol ataupun logo tersebut jika masih ingin memeriahkan hari jadi Ibu Kota Provinsi Riau tersebut. “Kalau mau jangan pakai simbol itu. Kenapa harus pakai angka 3? Bebaskan saja, karena ini untuk seluruh masyarakat Kota Pekanbaru,” cakapnya lagi. 

Kegiatan gerak jalan santai dalam rangka memperingati hari jadi Kota Pekanbaru yang ke-234 rencananya akan digelar Ahad (24/6/2018).

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Pojok Usaha" Index »

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.