Penyebab Argentina Kalah dari Kroasia di Piala Dunia 2018

Dibaca: 10128 kali  Jumat, 22 Juni 2018 | 15:42:21 WIB
Penyebab Argentina Kalah dari Kroasia di Piala Dunia 2018
Ket Foto :

MOSKOW – Kondisi Tim Nasional (Timnas) Argentina semakin terpuruk. Skuad besutan Jorge Sampaoli itu kembali gagal meraih kemenangan pada matchday kedua Grup D Piala Dunia 2018. Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Niznhy Novgorod, Jumat (22/6/2018) dini hari WIB, Argentina harus menelan pil pahit setelah kalah telak dari Kroasia.

 

La Albiceleste –julukan Argentina– takluk 0-3 pada pertandingan tersebut. Bintang Argentina, Lionel Messi tak mampu berbuat banyak setelah mendapat penjagaan ketat dari para pemain bertahan Kroasia. Nasib buruk Argentina terjadi pada menit ke-54. Berawal dari kesalahan penjaga gawang mereka, Willy Caballero yang gagal membuang bola di depan gawang.

 

Bola pun jatuh tepat di depan Ante Rabic. Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, striker Kroasia itu langsung menceploskan ke gawang. Gol kedua Luka Modric pada menit ke-80 seakan menutup harapan Argentina untuk meraih poin penuh pada laga tersebut. Benar saja, di pengujung laga, Kroasia kembali menambah gol pada menit 90+1 lewat aksi pemain Barcelona, Ivan Rakitic. K

 

ekuatan lini tengah Kroasia memang menjadi salah satu kunci kemenangan tim besutan Zlatko Dalic. Berikut tiga penyebab kekalahan Argentina dari Kroasia, dikutip dari Sportskeeda, Jumat (22/6/2018). Argentina turun dengan dengan formasi 3-4-3 kala melakoni laga melawan Kroasia pada matchday kedua Grup D Piala Dunia 2018.

 

Penerapan formasi ini dianggap menjadi salah satu penyebab kekalahan skuad asuhan Jorge Sampaoli. Argentina memang tampil cukup menjanjikan pada babak pertama, terutama pada 10 menit awal pertandingan. Akan tetapi, memasuki babak kedua, Kroasia langsung menemukan cara untuk memorak-porandakan lini pertahanan Argentina.

 

Memanfaatkan sisi lapangan, Sime Vrsaljko, Ante Rebic, Ivan Strinic dan Ivan Perisic bergantian menebar ancaman ke daerah pertahanan Argentina. Bahkan duo gelandang Ivan Rakitic dan Luca Modric juga menikmati kebebasan menyerang melalui sisi lapangan. Pressing ketat yang diterapkan para pemain bertahan Kroasia membuat striker Argentina, Sergio Aguero tidak mampu melakukan sentuhan pada bola hingga menit ke 21 di babak pertama.

 

Hal tersebut otomatis membuat Argentina kesulitan untuk melakukan serangan ke daerah pertahanan Kroasia. Bahkan seorang Messi pun hanya melepaskan satu tembakan sepanjang pertandingan. Lini tengah Kroasia memang dihuni para pemain yang memiliki kemampuan bermain jauh lebih baik ketimbang Argentina.

 

Kehadiran Rakitic, Modric, dan Perisic mampu membuat Kroasia tampil lebih baik untuk memegang kendali permainan, terutama di babak kedua. Hal itu membuat para penggawa Argentina kesulitan untuk menyuplai bola kepada Messi dan Aguero di posisi depan. Kesalahan yang dilakukan penjaga gawang Argentina, Willy Caballero, harus dibayar mahal dengan keuntungan gol bagi Kroasia.

 

Saat itu Caballero yang bermaksud membuang bola justru gagal dan membuat si kulit bulat jatuh tepat di depan penyerang Korasia, Ante Rebic. Rebic pun langsung memanfaatkan kesemapatan tersebut untuk mencetak gol melalu tembakan akrobatik. Kejadian pada awal babak kedua itu disinyalir menjadi salah satu penyebab berkurangnya kepercayaan diri para penggawa Argentina pada pertandingan tersebut.

 

Terbukti, Kroasia terus tampil menekan hingga akhirnya menutup laga dengan skor 3-0. Para pemain Argentina juga dinilai terlalu lama menguasai bola pada pertandingan tersebut. Mereka terus mencari cara untuk bisa memberikan umpan kepada Messi dan Aguero yang mendapat pengawalan ketat dari para pemain bertahan Kroasia.

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Olahraga" Index »

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.