DPD PD Riau Utus Delegasi Dengarkan orasi Politik AHY.

Dibaca: 14260 kali  Ahad, 10 Juni 2018 | 01:34:43 WIB
DPD PD Riau Utus Delegasi Dengarkan orasi Politik AHY.
Ket Foto :

PEKANBARU-riautribune: DPD Demokrat Provinsi Riau mengutus delegasi hadiri acara safari ramadan dan temu kader, di JCC Senayan Sabtu (9/6) . Acara yang dihadiri oleh Ketum DPD Demokrat SBY dan ketua Kogasma AHY ini diisi dengan agenda puncak yakni orasi politik AHY usai melaksanakan program safari keliling nusantara.

Dikatakan humas DPD Demokrat Riau Eriyanto Hadi, keberangkatan delegasi DPD Demokrat Riau ini sesuai dengan instruksi DPP untuk mendengarkan orasi politik ketua yang juga merupakan sikap partai demokrat dalam menjawab persoalan masyarakat Indonesia kini.

“Ini adalah wujud komitmen DPD, untuk terus mengikuti kebijakkan partai, orasi politik dan beberapa langkah politik ini akan kita sosialisasikan kepada kader di daerah, sehingga program DPP bisa singkron dengan daerah,”Ucap Eriyanto yang juga dikenal sebagai seniman di Riau.

Dari pantauan Media, pidato SBY banyak menyinggung fenomena kesenjangan kesejahteraan masyarakat, dan fenomena indikasi adanya pihak-pihak yang mencoba membenturkan persoalan agama dengan Pancasila.

“Saya mengajak janganlah membenturkan Islam dengan Pancasila, dan jangan benturkan Pancasila dengan agama lain. Saya muslim, sebagai muslim saya menjalankan Pancasila sekaligus menjalankan syariat Islam. Islam dan Pancasila sama-sama mengatur tentang keadilan sosial.," Ucap SBY seraya diikuti oleh aplus ratusan kader Demokrat.

Jika SBY lebih banyak menginggung persoalan keadilan bagi masyarakat Indonesia dan ketimpangan strata sosial yang saat ini sangat terasa. Di kesempatan berbeda, orasi politik AHY terasa cukup mengkritisi kebijakkan pemerintah saat ini.

Hal yang cukup mengejutkan ketika mantan tentara ini menyinggung persoalan kurang komitnya pemerintah dalam merealisasikan program revolusi mental.

Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya untuk Indonesia Raya, Sebenarnya, pada awal pemerintahan Presiden Joko Widodo, sebagian besar rakyat menaruh harapan kepada program pembangunan manusia Indonesia. Ketika pemerintah saat ini berhasil membangun ribuan kilometer jalan, lantas, kita patut bertanya: "Apa kabar, Revolusi Mental?”tegas AHY yang kembali terhenti  riuh tepuk tangan dukungan para kader Demokrat di JCC Senanyan.

Tidak sampai disitu, AHY juga menyinggung persoalan keberhasilan reformasi ditubuh TNI yang kini hadir sebagai tentara profesional. Yang justru berbeda dengan kondisi yang berlangsung di tubuh Polri.

‘TNI telah memenuhi amanat Reformasi untuk meninggalkan politik praktis dan bisnis militer, serta memisahkan Polri dari ABRI ketika itu. TNI kembali fokus pada jati dirinya, sebagai Tentara Rakyat.Saya tegaskan, keluarnya AHY, dari institusi TNI yang amat saya cintai, adalah wujud komitmen dan konsistensi seorang Perwira terhadap semangat Reformasi TNI. Jika ingin berpolitik, keluar dari TNI. Jika ingin di TNI, jangan berpolitik. Kita berharap, ini juga berlaku bagi seluruh aparat Polri,”ulas ketua Kogasma DPP Demokrat ini.

Menyikapi hal ini penstudi ilmu politik Riau Faisal Umar,SIP menilai bahwa ada sedikit pergeseran warna dalam orasi politik AHY, jika sebelumnya terlihat lebih santun dengan membahasakan sikap politik pemerintah yang tengah berkuasa di Orasi Rapimnas Demokrat yang lalu, kini orasi politik tersebut sudah mulai masuk dalam tahapan otokritik.

“Yang menjadi fokus saya adalah, bagaimana ikon Demokrat ini tampil agak reaktif dalam statmen politiknya. Persoalan kesejangan sosial, persoalan profesionalitas ditubuh Polri, dan persoalan masyarakat hari ini. Dan yang membuat kita apresiasi, sikap ini lahir setelah dia melakukan kunjungan ke berbagai daerah, artinya kritik yang berdasarkan data. Hanya saja, kita tinggal melihat bagaimana efeknya, yang direspon oleh masyarakat dalam beberapa waktu kedepan. Disisi lain, saya pikir ini sebuah “kemasan” yang menarik, yang hendaknya bisa digulirkan oleh kader demokrat di daerah menjadi sebuah program politik. Dan tentunya program yang bisa menyentuh hati rakyat. Tapi ingat langkah ini harus dibarengi oleh program yang komit,”ucap Faisal kepada media.

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »