Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN

Dibaca: 6474 kali  Jumat, 08 Juni 2018 | 13:33:22 WIB
Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN
Ket Foto :

Jakarta - Riautribune:Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan mengingatkan pemerintah agar mewaspadai dampak dari besaran utang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang disebut sudah menembus di atas Rp4.800 triliun. Besaran utang ini bisa berdampak serius dan membahayakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

 

“Upaya pemerintah yang memisahkan utang negara dengan utang BUMN memang untuk mengecilkan beban utang negara. Tapi, jika utang BUMN itu gagal bayar, tentu akan menjadi beban negara yang harus mengambil dari APBN,” kata Taufik ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon oleh Parlementaria, Kamis (7/6/2018).

 

Taufik menilai, upaya pemerintah yang menggenjot pembangunan infrastruktur melalui utang, lama-kelamaan akan menjadi bom waktu bagi APBN. Apalagi, sebagian besar merupakan utang jangka pendek. Sehingga BUMN harus dipacu untuk mengembalikan utangnya. “Di tengah kondisi global yang menuju keseimbangans baru ini, pemerintah harus hati-hati dalam mengelola keuangan negara. Karena dampaknya juga ke ekonomi domestik.

 

Seperti misalnya kurs rupiah yang melemah. Jika semakin melemah, BUMN akan semakin berdarah-darah dalam kaitan mengembalikan utangnya,” tandas politisi PAN itu. Sebagai gambaran, saat ini total utang BUMN mencapai Rp4.825 triliun, atau naik Rp1.337 triliun dibandingkan catatan utang tahun 2014 yang sebesar Rp3.488 triliun. Bahkan dalam kondisi seperti ini, Kementerian BUMN masih menargetkan untuk menambah utang hingga Rp5.253 triliun sepanjang tahun ini. (sf)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Legislator" Index »

Sabtu, 23 Juni 2018 - 11:00:41 WIB

Kawanan Perampok Satroni Indomaret 67 Harapan Raya Pekanbaru

Kawanan perampok menyatroni sebuah toko ritel Indomaret 67 di Jalan Imam Munandar, Kelurahan Tangkerang Utara, Kecamatan Bukit Raya, Sabtu (23/06/18) pukul 05.40 WIB pagi. Pelaku yang berjumlah lebih dari satu orang tersebut bahwa sempat menodongkan sepucuk senjata api revolver kepada dua orang karyawan di TKP, Ramana Sakti (22) dan Asbi Aidil (22)