Mayat yang Ditemukan di Perairan Gaung dari Ras Mongoloid

Dibaca: 35466 kali  Senin, 04 Juni 2018 | 21:28:11 WIB
Mayat yang Ditemukan di Perairan Gaung dari Ras Mongoloid
Ket Foto :

Tembilahan - riautribune: Teka teki jenis kelamin mayat diduga korban mutilasi, yang ditemukan pada Sabtu, 2/6/2018, di Perairan Sungai Gaung Desa Belantaraya Kec. Gaung Kabupaten Indragiri Hilir, sedikit terkuak. Proses autopsi dilakukan oleh dokter spesialis forensik RS Bhanyakara Polda Riau, membuktikan potongan tubuh dari pinggang ke bawah itu berjenis kelamin laki - laki.

 

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony, S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim Polres Indragiri Hilir AKP M. Adhi Makayasa, S.H., S.I.K., membenarkan, untuk proses penyelidikan, Sat Reskrim telah mengirimkan jasad yang tidak utuh itu ke RS Bhayangkara Polda Riau.

 

Hasil autopsi menunjukan bahwa jasad tersebut dari Ras Mongoloid, diperkirakan memiliki tinggi tubuh antara 155 - 160 cm. Sebab kematian, juga belum bisa ditentukan, karena sebagian besar organ dalam serta potongan tubuh yang lain, belum berhasil ditemukan. Pada tubuh jasad, ditemukan zat amphetamin dan metamphetamin yang tidak lazim pada tubuh orang normal.

 

Sebelumnya warga Desa Belantaraya Kecamatan Gaung Kabupaten Indragiri Hilir, dihebohkan oleh penemuan potongan tubuh, yang diduga adalah korban mutilasi. Bagian tubuh yang lain, tidak ditemukan di sekitar TKP. Sampai saat ini, belum ada laporan yang kehilangan keluarganya. Proses penyelidikan dan penelusuran identitas korban, masih terus dilakukan. "Bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya atau masyarakat yang mengetahui adanya orang hilang, diharapkan bisa menghubungi pihak Kepolisian", pungkas AKP Adhi. (Mal)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 25 Maret 2020 - 17:48:59 WIB

PERSOALAN WABAH COVID-19 DAN GEOPOLITIK PEMERINTAH DAERAH

Perkembangan teknologi perhubungan telah meluaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga dalam perekonomian. Arus pergerakan orang, barang dan uang pun meningkat serta berimbas pada tuntutan pelonggaran pintu-pintu masuk ke suatu daerah. Kata-kata globalisasi, integrasi regional, infrastruktur hingga deregulasi menggambarkan kecenderungan tersebu