Usai cium tangan SBY, kader harap Gatot gabung Demokrat

Dibaca: 8708 kali  Senin, 04 Juni 2018 | 10:07:10 WIB
Usai cium tangan SBY, kader harap Gatot gabung Demokrat
Ket Foto :

Jakarta - Riautribune:Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean berharap mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) TNI Gatot Nurmantyo bersedia berkiprah dalam perpolitikan nasional melalui partainya.

 

Demokrat terbuka andai Gatot ingin bergabung. Pernyataan ini menyikapi aksi Gatot yang mencium tangan SBY saat sama-sama menghadiri acara buka puasa bersama di rumah Mantan Menko Perekonomian, Chairul Tanjung Sabtu (2/5) kemarin.

 

"Saya sendiri senang melihat hal tersebut dan berharap bahwa Gatot bisa memperkuat peta politik nasional partai Demokrat. Kami akan terbuka menerima pak Gatot jika ingin berkiprah dalam politik nasional lewat Demokrat," kata Ferdinand saat dihubungi , Minggu (3/5).

 

Saat bertemu SBY, kata dia, Gatot tidak menyampaikan niatnya maju menjadi Calon Presiden di Pemilu 2019 mendatang. Meski tak disampaikan, Ferdinand menyebut publik telah mengetahui Gatot ingin menjadi Capres.

 

"Tidak ada penyampaian niat seperti itu, tapi pembicaraan tidak lepas dari seputar situasi negara terkini dan situasi politik," terangnya. Ferdinand menganggap, salam cium tangan yang dilakukan Gatot kepada SBY merupakan bentuk penghormatan junior kepada seniornya.

 

Aksi tersebut, lanjut Ferdinand, menunjukkan citra SBY di mata juniornya masih cukup baik. "Hal tersebut membuktikan bahwa sosok ketokohan pak SBY dimata junior-juniornya masih bagus," tandasnya. [mdc]

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Nasional" Index »

Senin, 13 Agustus 2018 - 19:26:36 WIB

Michale: "Kami Harap Mitra Paham, Perusahaan Juga Harus Bertahan"

PEKANBARU-riautribune: Menanggapi aksi demo yang dilakukan oleh ratusan sopir Gocar di Pekanbaru, Senin (13/8),Vice President Corporate Communications GO-JEK Michael Say mengatakan, pihaknya sangat terbuka mendengarkan masukan dari mitra, namun demikian pihak Gojek Indonesia berharap para mitra memahami, karena perusahaan harus bertahan terhadap kondisi pasar.