Advertorial

Pjs Bupati Inhil Pantau Pasokan Gas LPG Dan Tinjau Stabilitas Harga Sembako

Dibaca: 35427 kali  Kamis, 17 Mei 2018 | 17:19:59 WIB
Pjs Bupati Inhil Pantau Pasokan Gas LPG Dan Tinjau Stabilitas Harga Sembako
Ket Foto :

Tembilahan - RiauTribune: Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Rudyanto memantau ketersediaan pasokan gas LPG dan meninjau stabilitas harga sembako di beberapa lokasi pasar, Rabu (16/5/2018) siang.

 

Pantauan dilakukan Pjs Bupati Inhil, Rudyanto bersama perwakilan Kodim 0314/Inhil dan Polres Inhil di salah satu pangkalan gas LPG dan 2 dan melakukan peninjauan di 2 lokasi pasar.

 

"Hasil tinjauan, baik gas maupub sembako sesuai dengan apa yang dilaporkan, (stiknya, red) dapat teratasi untuk konsumsi  dan kebutuhan menghadapi Ramadan," ujar Pjs Bupati Inhil, Tembilahan Hulu.

 

Dari hasil pantauan juga, diungkapkan Pjs Bupati, sembako, seperti daging, beras, bawang dan lain sebagainya berada pada level yang relatif wajar.

 

Seusai melakukan peninjauan di pangkalan gas dan pasar, Pjs Bupati Inhil, Rudyanto beserta rombongan melanjutkan tinjauan ke gudang Bulog yang terletak di kawasan Tembilahan Hulu.

 

Disana, Pjs Bupati melihat langsung kualitas dan stok beras kesejahteraan (rastra). Dia berharap, rastra yang berada di gudang Bulog dapat segera didistribusikan ke masyarakat oleh Camat di masing - masing kawasan Kecamatan.

 

"Tembilahan dan Kemuning sudah didistribusikan. Kecamatan lain akan menyusul. Memang kemarin ada kendala penganggaran yang membuat pendistribusian rastra sedikit terlambat," papar Pjs Bupati Inhil. (Mal/ADV/Diskominfops Inhil)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 25 Maret 2020 - 17:48:59 WIB

PERSOALAN WABAH COVID-19 DAN GEOPOLITIK PEMERINTAH DAERAH

Perkembangan teknologi perhubungan telah meluaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga dalam perekonomian. Arus pergerakan orang, barang dan uang pun meningkat serta berimbas pada tuntutan pelonggaran pintu-pintu masuk ke suatu daerah. Kata-kata globalisasi, integrasi regional, infrastruktur hingga deregulasi menggambarkan kecenderungan tersebu