Pemko Pekanbaru Batalkan Petang Megang

Dibaca: 11757 kali  Rabu, 16 Mei 2018 | 13:04:21 WIB
Pemko Pekanbaru Batalkan Petang Megang
Ket Foto :

PEKANBARU - Riautribune:Suasana Kota Pekanbaru mendadak mencekam. Pasalnya empat orang terduga teroris menyerang Mapolda Riau, Rabu 16 Mei 2018 pagi.

 

Sementara itu, hari ini bertepatan dengan rencana pelaksanaan ritual budaya petang Belimau di kawasan komplek rumah singgah Sultan atau Tuan Kadi di pinggiran Sungai Siak.

 

Plt WaliKota Pekanbaru Ayat Cahyadi mengatakan, pelaksanaan ritual budaya petang belimau dalam rangka sambut Ramadan tahun ini ditiadakan.

 

"Benar, setelah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan Gubernur Riau. Demi keamanan kita bersama dan masyarakat, ritual petang megang terpaksa harus kita batalkan," ungkap Plt Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi, Rabu (16/5).

 

Ayat menyebut, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan pihak dan pejabat terkait mengenai pelaksanaan ritual adat ini. "Kondisi tidak memungkinkan, maka ritual adat petang belimau tidak kita laksanakan.

 

Setelah mempelajari dan melihat dulu mudharat dan manfaatnya,"sebutnya. Lanjut, Pemerintah Kota Pekanbaru turut berduka dan mengajak seluruh masyarakat doa supaya kasus ini bisa terungkap dan Pekanbaru kembali aman.

 

" Mari tingkatkan kewaspadaan kita, terutama ketika berada ditempat keramaian. Semoga ibadah ramadhan besok bisa jalani dengan aman dan lancar," ujarnya.

 

Seperti diketahui, hari ini sekira pukul 09.00 WIB mobil Toyota Avanza menerobos masuk ke Mapolda Riau. Dari mobil tersebut tiba-tiba keluar seorang laki-laki menggunakan samurai mengejar polisi dan membacok polisi tersebut. (rtc)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.