Asyik pamer kaus #2019GantiPresiden di debat

Dibaca: 12577 kali  Selasa, 15 Mei 2018 | 14:22:49 WIB
Asyik pamer kaus #2019GantiPresiden di debat
Ket Foto :

Depok - Riautribune:Debat Pilgub Jawa Barat (Jabar) putaran kedua Senin (14/5) malam berlangsung panas. Karena dalam debat itu pasangan nomor urut tiga Sudrajat-Syaikhu (Asyik) membentangkan kaus #2019GantiPresiden.

 

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto menyerahkan kejadian tersebut pada pihak panitia pengawas pilkada.

 

Di Pilgub Jabar, Demokrat mendukung pasangan Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi. "Ini tentunya kita harus berbicara lebih khusus menengenai pilgub, pilgub semua ada aturannya," kata Agus di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/5).

 

"Dan semuanya yang melaksanakan adalah KPUD di sana yang juga semuanya mengawasi Panwaslu daerah juga mengawasi, tentunya semua apabila ada suatu pelanggaran pasti Panwas akan melaksanakan tugas dan fungsinya," lanjutnya. pasangan Asyik pamerkan kaus 2019 ganti presiden di debat pilgub jabar 2018 Merdeka.com/istimewa

 

Diketahui, dalam debat Pilgub Jabar di Balairung Universitas Indonesia (UI) sempat ricuh. Hal itu terjadi, closing statement pasangan nomor tiga yaitu Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) diakhiri dengan membentangkan kaus bertulisan 2018 Asyik menang 2019 Ganti Presiden.

 

Sontak hal itu membuat pendukung pasangan lain geram. Hal itu membuat pasangan nomor urut empat yaitu Dedi Mizwar-Dedi Mulyadi terhalang untuk menyampaikan closing statement.

 

Melihat reaksi para pendukungnya itu, TB Hasanuddin pun angkat bicara. Dia berupaya menenangkan para pendukungnya yang ada dalam Balairung UI Depok. "Sudah tenang. Kita selesaikan nanti. Jangan terpancing," kata TB Hasanuddin atau biasa disapa Kang Hasan, Senin (14/5). [mdc]

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Nasional" Index »

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.