Advertorial

Dibuka Plh Asisten III Setdakab Inhil, Festival Mancing Udang Galah Diikuti Ratusan Peserta

Dibaca: 29166 kali  Kamis, 10 Mei 2018 | 16:56:57 WIB
Dibuka Plh Asisten III Setdakab Inhil, Festival Mancing Udang Galah Diikuti Ratusan Peserta
Ket Foto :

TEMBILAHAN - RIAUTRIBUNE: Plh Asisten III Setda Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), RM Sudinoto membuka resmi kegiatan Festival Mancing Udang Galah di Parit 21 Tembilahan, Kamis (10/5/2018).

 

Kegiatan tersebut digelar oleh Komunitas Pemburu Si Jepit Biru Kabupaten Inhil yang diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah.

 

"Atas nama pemerintah, kami mengapresiasi kegiatan ini karena bernilai positif untuk memahamkan kepada masyarakat bagaimana menangkap udang dan ikan dengan cara yang benar," kata RM Sudinoto.

 

Sebagaimana diketahui, memancing merupakan suatu aktifitas yang digemari banyak kalangan, namun jika dipandang dari sisi manfaat maka banyak manfaat yang didapatkan yakni membantu memperkuat persahabatan, menguji kesabaran dan lain sebagainya.

 

Selain menyalurkan hobby, juga dapat memberikan pemahaman bagaimana mencari ikan dan udang yang baik tanpa merusak lingkungan.

 

Apalagi katanya, potensi kelautan yang dimiliki Kabupaten Inhil ini sangatlah besar, untuk itu bisa digali dengan cara yang baik dan benar.

 

Maka dari itu, ia berpesan untuk menghindari cara yang tidak benar seperti meracun, sentrum listrik dan mengebom. Menjaga kelestarian dan sumber daya ikan dan udang di perairan Kabupaten Inhil itu sesuai dengan Peraturan Menteri Perikanan dan Kelautan Nomor 45 Tahun 2009.

 

"Semoga kegiatan ini bermanfaat dan dapat mempererat persahabatan antar pemancing," tutupnya.(mal/adv)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 25 Maret 2020 - 17:48:59 WIB

PERSOALAN WABAH COVID-19 DAN GEOPOLITIK PEMERINTAH DAERAH

Perkembangan teknologi perhubungan telah meluaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga dalam perekonomian. Arus pergerakan orang, barang dan uang pun meningkat serta berimbas pada tuntutan pelonggaran pintu-pintu masuk ke suatu daerah. Kata-kata globalisasi, integrasi regional, infrastruktur hingga deregulasi menggambarkan kecenderungan tersebu