Bulan Depan APBD Murni 2016 Ketuk Palu

Dibaca: 86851 kali  Selasa, 20 Oktober 2015 | 08:58:11 WIB

BENGKALIS-riautribune: DPRD Bengkalis menargetkan pembahasan APBD Perubahan tahun 2015 selesai akhir bulan Oktober ini. Pembahasan komisi dengan masing-masing mitra kerja sudah selesai dilakuka. Saat ini hanya tinggal beberapa pembahasan kecil di internal DPRD Bengkalis.

"Kita targetkan bulan Oktober ini APBD Perubahan 2015 sudah ketuk palu. Untuk pembahasan di tingkat komisi dengan mitra kerja sudah selesai, saat ini hanya tinggal pembahasan di tingkat Banggar,” ujar Ketua DPRD Bengkalis, H. Heru Wayudi, Senin (19/10).     

Ditambahkan Heru, tidak banyak kegiatan yang diusulkan dalam KUA-PPAS perubahan. Hanya yang bersifat rutin saja, seperti pembayaran insentif guru dan utang kepada pihak ketiga. Selain itu, ada beberapa pengurangan kegiatan fisik yang tidak bisa dilaksanakan di APBD murni kemarin sehingga dinolkan dan anggarannya dialihkan untuk menutupi kekurangan akibat dari pemotongan DBH oleh Pemerintah Pusat.

Ditambahkan Heru, pemotongan DBH dapat tertutupi dari adanya peningkatan pendapatan. Kemudian dana cadangan kegiatan multiyears yang tidak terpakai serta adanya beberapa kegiatan fisik di APBD murni yang tidak bisa terlaksana karena berbagai faktor.

Sementara itu untuk APBD murni 2016, saat ini kata Heru juga sedang dilakukan pembahasan di internal DPRD Bengkalis. Ditargetkan pada akhir Oktober atau paling lambat awal November Mou RKUA-PPAS sudah bisa ditandatangani dan dimungkinkan akhir November APBD 2016 sudah ketuk palu.

“Rancangan KUA-PPASnya sudah lama diserahkan ke dewan, jadi pada prinsipnya kawan-kawan sudah melakukan pembahasan. Kita targetkan awal bulan November MoU sudah kita tandatangani dan Insyaallah akhir Nopember APBD 2016 sudah kita sahkan,” sebut Heru lagi.(afa)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 25 Maret 2020 - 17:48:59 WIB

PERSOALAN WABAH COVID-19 DAN GEOPOLITIK PEMERINTAH DAERAH

Perkembangan teknologi perhubungan telah meluaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga dalam perekonomian. Arus pergerakan orang, barang dan uang pun meningkat serta berimbas pada tuntutan pelonggaran pintu-pintu masuk ke suatu daerah. Kata-kata globalisasi, integrasi regional, infrastruktur hingga deregulasi menggambarkan kecenderungan tersebu