Siapa Capres Alternatif Terkuat?

Dibaca: 15083 kali  Jumat, 04 Mei 2018 | 09:09:28 WIB
Siapa Capres Alternatif Terkuat?
Ket Foto :

Jakarta - Riautribune:Prabowo Subianto dan Joko Widodo menjadi dua nama dengan elektabilitas tertinggi berdasarkan survei di empat lembaga. Lalu, siapa calon presiden alternatif berdasarkan lembaga-lembaga survei itu di luar Jokowi dan Prabowo?

Berdasarkan data yang dikumpulkan , Jumat (4/5/2018), survei dari lembaga survei Cyrus Network dan Litbang Kompas menempatkan elektabilitas Gatot Nurmantyo di urutan ketiga setelah Prabowo dan Jokowi.

Elektabilitas mantan Panglima TNI itu berada di angka 1,8 persen berdasarkan survei Litbang Kompas. Survei dilakukan 21 Maret hingga 1 April 2018.

Survei Cyrus yang dilakukan 27 Maret hingga 3 April menghasilkan nilai elektabilitas Gatot berada di angka 2 persen. Persentase tersebut terpaut 0,9 persen lebih tinggi dari Harry Tanoesoedibjo di angka 1,1 persen.

Nama berbeda 'ditawarkan' survei Indikator dan Poltracking. Survei Indikator yang dilakukan 25-31 Maret 2018 menempatkan Gubernur DKI Anies Baswedan di urutan ketiga dari segi elektabilitas.

Mantan Mendikbud itu meraih elektabilitas 2,2 persen dan berada di bawah Prabowo dan Jokowi. Elektabilitas Anies disusul Ketua Kogasma Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di angka 2,0 persen.

Jika di survei Indikator AHY berada di urutan ke empat, di survei Poltracking anak sulung mantan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono itu berada di urutan ketiga.

Elektabilitas AHY berada di angka 1,5 persen. Disusul berikutnya oleh elektabilitas Wapres RI saat ini Jusuf Kalla (1,3 persen) dan Gatot Nurmantyo (1,3 persen).

Survei Poltracking menggunakan 1.200 responden di 34 provinsi dan dilakukan pada 27 Januari sampai 3 Februari 2018. Jokowi mengantongi elektabilitas di angka 51,1 persen dan Prabowo 26,1 persen. (dnc)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Nasional" Index »

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.