Hari Buruh Harus Dijadikan Ajang Perbaikan Kesejahteraan

Dibaca: 18219 kali  Senin, 30 April 2018 | 13:08:04 WIB
Hari Buruh Harus Dijadikan Ajang Perbaikan Kesejahteraan
Ket Foto :

JAKARTA - Riautribune: Anggota Komisi IX DPR Imam Suroso berharap peringatan hari buruh dapat dijadikan sebagai momentum untuk meningkatkan kesejahteraan para buruh. Oleh karena itu, peringatan yang dilaksanakan setiap tahun itu tidak boleh hanya sekadar seremonial.

"Saya harap peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day tidak hanya sekedar seremonial tahunan saja. Tapi juga harus menjadi momentum perbaikan kesejahteraan buruh," harap Politikus Partai PDI Perjuangan itu, Senin (30/4).

Imam Suroso menambahkan, setiap tahun, aktivis buruh selalu mengajukan tuntutan, namun hampir seluruh tuntutan tersebut belum terpenuhi. Jika seluruh tuntutan tidak dapat dipenuhi secara langsung, dia berharap setidaknya ada satu dua tuntutan yang dapat dilaksanakan.

"Hal-hal ini yang mesti menjadi fokus perhatian pemerintah. Pemerintah diminta untuk mendengarkan secara seksama tuntutan para buruh," tambahnya. Sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan menyampaikan tiga ada tiga tuntutan rakyat atau Tritura Plus.

Tuntutan pertama adalah menurunkan harga beras, listrik, BBM, dan bangun ketahanan pangan dan ketahanan energi.

Tuntutan kedua, menuntut pemerintah menolak upah murah, mencabut Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, dan merealisasikan 84 item Kebutuhan Hidup Layak (KHL).

Ketiga, tolak tenaga kerja asing, buruh kasar dari China, cabut Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang TKA.

Kemudian plus-nya adalah hapus outsourcing dan memilih presiden yang pro kepada kaum buruh. Rencananya akan ada sekitar 150 ribu buruh akan berunjuk rasa di Kompleks Istana Kepresidenan pada peringatan May Day pada Senin (1/5).(rep)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Nasional" Index »

Senin, 13 Agustus 2018 - 19:26:36 WIB

Michale: "Kami Harap Mitra Paham, Perusahaan Juga Harus Bertahan"

PEKANBARU-riautribune: Menanggapi aksi demo yang dilakukan oleh ratusan sopir Gocar di Pekanbaru, Senin (13/8),Vice President Corporate Communications GO-JEK Michael Say mengatakan, pihaknya sangat terbuka mendengarkan masukan dari mitra, namun demikian pihak Gojek Indonesia berharap para mitra memahami, karena perusahaan harus bertahan terhadap kondisi pasar.