Evaluasi Seminar Internasional ICoSE

Panitia Kunjungi IMEN UKM Bangi

Dibaca: 108878 kali  Senin, 19 Oktober 2015 | 11:09:18 WIB
Panitia Kunjungi IMEN UKM Bangi
Ket Foto :

KUALA LUMPUR-riautribune: Menindaklanjuti Seminar Internasional ICoSE yang digelar beberapa waktu lagi di Hotel Pangeran, Pekanbaru, Riau, panitia melakukan kunjungan ke University Kebangsaan Malaysia (UKM) Bangi, Kuala Lumpur. Kunjungan yang dilakukan ke Institute of Microengineering and Nanoelectronics (IMEN) UKM Bangi, dilakukan Prof. DR. Akrajas Ali Umar, DR. Yanuar Hamzah dan DR. Ing. Lazuardi Umar.

Ketua Program Studi Pasca Fisika FMIPA UR, DR. Ing. Lazuardi Umar kepada riautribune dari Kuala Lumpur, Senin (19/10) mengatakan, kunjungan tersebut sangat penting untuk menindaklanjuti seminar internasional hasil penelitian yang dilakukan FMIPA UR baru-baru ini. Menurutnya, dengan hasil penelitian yang telah diseminarkan tersebut, nantinya dapat diterbitkan di jurnal ilmiah internasional yang sudah diakui.

"Kunjungan ini sebagai tindak lanjut evaluasi hasil presentasi dari seminar 1st International Conf on Science and Engineering (ICoSE2015) tanggal 28-29 September lalu yang diikuti 168 peserta dari 9 negara. Para peneliti telah membentangkan 100 paper. Dari hasil evaluasi minimal dua reviewer akan dipublish di Key Engineering Materials dari Trans Tech Publication yang terindeks Scopus," terang DR. Lazuardi yang dibenarkan DR. Yanuar.

Dalam kunjungan di laboratorium IMEN UKM Malaysia itu, tambah Lazuardi, pihaknya juga melihat alat-alat riset yang terdapat seperti OLED Device yang baru tiba seharga MYR5jt serta membahas kolaborasi riset dan publikasi bersama. "UKM termasuk salah satu universitas terdepan dalam capaian publikasi di Asean apalagi jika dibandingkan dengan perguruan tinggi di Riau, Indonesia. Untuk itu kita perlu mengambil hal positifnya," ujar Lazuardi.
 

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.