Arema FC Bawa 18 Pemain ke Markas Madura United

Dibaca: 17029 kali  Jumat, 20 April 2018 | 10:37:31 WIB
Arema FC Bawa 18 Pemain ke Markas Madura United
Ket Foto :

MALANG - Riautribune: Rombongan tim Arema FC bersiap bertolak menuju Madura guna menghadapi tim Madura United di pekan kelima Liga 1 2018. Tim Singo Edan - julukan Arema FC- tanpa didampingi dua pemain andalannya yakni pemain belakang Arthur da Cunha dan penyerang Dedik Setiawan.

Asisten pelatih Arema FC, Milan Petrovic menyatakan telah menyiapkan pengganti kedua pemain yang menjadi andalan di lini belakang dan depan Arema FC tersebut. "Sudah kami siapkan penggantinya. Kami siap menghadapi Madura. Mungkin bisa dengan strategi perubahan posisi pemain," ujarnya di hadapan media, Kamis (19/4/2018) di Kantor Arema FC.

Arthur terkena akumulasi tiga kartu kuning, sedangkan Dedik bermasalah dengan kartu merah yang didapatnya pekan lalu saat timnya ditahan Persib Bandung 2-2. Keduanya dipastikan absen tak bisa bermain melawan MU di Stadion Gelora Ratu Pamelingan Pamekasan, Sabtu 21 April sore WIB.

Arema FC membawa 18 pemain dalam lawatannya ke Madura United. Nama-nama seperti Dendi Santoso, Juan Revi, Hendro, Thiago Furtuoso, Balsa Bozovic, dan Ahmet Atayew menghiasi skuad Arema yang dipimpin asisten pelatih Milan Petrovic.

Berikut 18 pemain yang dibawa Arema FC ke Madura: Kurniawan Kartika Ajie, Utam Rusdiana, Muhammad Zaenuri, Bagas Adi Nugroho, Israel Wamiau, Purwaka Yudhi, Syaiful Indra Cahya, Johan Ahmat Farizi, Ricky Akbar Ohorella, Hendro Siswanto, Ahmet Atayev, Balsa Bozovic, Hanif Sjahbandi, Ridwan Tawainella, Dendi Santoso, Muhammad Rafli, Thiago Furtuoso, Rivaldy Bawuo (okz)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Olahraga" Index »

Selasa, 11 Desember 2018 - 23:13:07 WIB

Timsel Seleksi KPU Kabupaten/Kota Diduga Lakukan Kecurangan

PEKANBARU-riautribune: Sejumlah peserta seleksi KPU Kabupaten/kota mempertanyakan hasil keputusan timsel KPU Kabupaten/kota wilayah II, Provinsi Riau, karena dianggap janggal. Demikian diungkapkan oleh Muhammad Sukriadi salah satu peserta seleksi KPU kabupaten Rokanhulu, perihalnya timsel tidak memperlihatkan profesionalitas dalam menjalankan tugas