Jelang Ramadhan Bulog Salurkan Barang Kebutuhan di 1.028 RPK se- Riau

Dibaca: 9910 kali  Senin, 16 April 2018 | 18:03:23 WIB
Jelang Ramadhan Bulog Salurkan Barang Kebutuhan di 1.028 RPK se- Riau
Ket Foto :

PEKANBARU - riautribune: Dalam rangka menstabilkan harga kebutuhan pokok jelang Bulan Ramadhan, Bulog melakukan tindakan antisipasi kenaikan harga. 1.028 RPK se Riau salurkan kebutuhan pokok.

Biasanya, menjelang Ramadhan, terjadi kenaikan harga barang kebutuhan. Hal itu disebabkan naiknya permintaan tanpa ada tambahan pasokan barang. Terkait hal itu, Bulog jauh hati sudah melakukan langkah antisipasi. Yaitu dengan memberdayakan 1.028 Rumah Pangan Kita (RPK)diseluruh Riau untuk melakukan penetrasi pasar.

Hal itu diungkapkan Bidang Penjualan Komersil Bulog Divre Riau Kepri, Hendra Gunafi kemarin. Menurutnya, 1.028 RPK di seluruh Riau Kepri akan diberdayakan untuk menjual barang kebutuhan seperti beras, minyak goreng, terigu, daging beku dan gula dengan harga lebih rendah. Tujuannya agar dapat menekan harga pasar yang cenderung naik.

"Kita lakukan gerakan stabilisasi harga dengan menggunakan RPK RPK di seluruh Riau dan Kepri," terangnya.

Di 1.028 RPK itu akan dijual beras merek Beras Kita dengan kualitas medium pra Rp9.450 perkilogram, premium pra Rp10.250 dan Rp10.750 perkilogram. Gula pasir Gula Kita dijual Rp11.500 perkilogram, Minyak Goreng Kita Rp12.500 perkilogram dan daging kerbau beku Rp80.000 perkilogram.(antr)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 25 April 2018 - 22:56:08 WIB

Sedang Asyik Merekap Nomor, Dua Lelaki di Inhil Diamankan Polisi

Sedang asyik merekap nomor sie jie, dua orang lelaki, diamankan Unit Opsnal Sat Reskrom Polres Indragiri Hilir, Rabu, 25 April 2018. Penangkapan kedua tersangka kasus tindak perjudian itu, dibenarkan oleh Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony, S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim Polres Indragiri Hilir AKP M. Adhi Makayasa, S.H., S.I.K., kepada awak tribratanews.polri.go.id. "Salah seorang pelaku adalah pemain lama, dan pernah dihukum karena kasus yang sama, pada tahun 2013", terang AKP Adhi.