Hilang Saat Ditinggal Mandi, Balita di Inhil Ditemukan Tewas dalam Parit

Dibaca: 23820 kali  Ahad, 15 April 2018 | 08:50:44 WIB
Hilang Saat Ditinggal Mandi, Balita di Inhil Ditemukan Tewas dalam Parit
Ket Foto :

INHIL- RIAUTRIBUNE: Tawa polos Muhammad Ikhsan (3) yang menyejukan, tak lagi bisa didengar. Balita itu ditemukan tewas di dalam parit di Jembatan Parit Tiga Sekawan Desa Simpang Gaung Kecamatan Gaung Kabupaten Indragiri Hilir, Jumat, 13/4/2018, sekira pukul 17.00 WIB.

 

Peristiwa menyedihkan yang menimpa balita tersebut, dibenarkan oleh Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Gaung IPTU Walsum.

 

IPTU Walsum lalu menceritakan kisah tragis itu berawal, saat Ibu korban yang bernama Aminah (32 tahun) warga Dusun Pasar Baru Desa Simpang Gaung Kecamatan Gaung Kabupaten Indragiri Hilir, bermaksud akan memandikan bocah yang sedang lucu- lucunya itu. Aminah yang sebelum masih bercengkrama dengan Ikhsan di dapur, lalu meninggalkan putranya, untuk mengambil handuk ke dalam rumah. Namun saat kembali, Aminah tidak lagi melihat anaknya. Ibu muda itu, kemudian mencari Ikhsan di sekitar rumah, tapi buah hatinya itu, tak jua ditemukan. Aminah yang mulai panik, lalu memberitahukan warga sekitar untuk membantu mencari anaknya.

 

Sekitar pukul 17.00 WIB, masyarakat akhirnya menemukan Ikhsan, di dalam parit di dekat jembatan Parit Tiga Sekawan. Ikhsan lalu dievakuasi ke kediaman Antara, Kepala Puskesmas Pembantu  Simpang Gaung. Dari hasil pemeriksaan oleh dr. Ida S. Simarmata dan Sri Sulastri, S.Km, diketahui korban telah meninggal dunia. Tidak ada tanda - tanda kekerasan yang ditemukan ditubuh korban.

 

Jasad bocah malang itu kemudian diserahkan kembali kepada orang tuanya, untuk dikebumikan. (MAL/HMSPOLRES)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.