Natania Diberitakan Tak Diperhatikan Pemkab Inhil, Ternyata Sudah Ditangani Sejak Sebulan Lalu

Dibaca: 23912 kali  Jumat, 13 April 2018 | 09:03:36 WIB
Natania Diberitakan Tak Diperhatikan Pemkab Inhil, Ternyata Sudah Ditangani Sejak Sebulan Lalu
Ket Foto :

TEMBILAHAN -  RIAUTRIBUNE: Natania, balita berumur 16 bulan warga Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), yang terkena gizi buruk ternyata sudah mendapat perhatian dan perawatan oleh Dinas Kesehatan Inhil. Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Inhil, Zainal Arifin, menjawab pemberitaan salah satu media siber nasional yang menyatakan bahwa Natania tak pernah tersentuh perhatian Pemkab.

 

Ditegaskan Zainal, Natania bahkan telah tercatat sebagai peserta rutin Rumah Pemulihan Gizi (RPG Inhil) sejak 8 Maret 2018 lalu.

 

"Pertama kali terpantau oleh kita saat Natania dibawa keluarganya berobat ke Puskesmas Gajah Mada Tembilahan, 28 Februari lalu karena terserang batuk pilek. Melihat keadaan Natania yang berat badannya 5,6 kilo dengan panjang badan 61 cm makanya segera petugas kita memasukkan Natania pada program RPG. Sejak 8 Maret, Natania sudah tercatat sebagai peserta RPG yang keseluruhan biayanya ditanggung oleh Pemkab Inhil," tegas Zainal kepada , Kamis (12/4/2018).

 

Di Rumah Pemulihan Gizi, jelas Zainal, selain diberi nutrisi tambahan seperti susu dan biskuit, ibunda Natania juga dilatih oleh petugas tentang tata cara penyajian makanan cukup gizi dengan biaya yang murah.

 

"Kegiatan ini sejak 2016 lalu sudah rutin kita lakukan. Selain itu, disana juga kita adakan penyuluhan tentang peningkatan ekonomi keluarga bagi ibu rumah tangga seperti pemanfaatan pekarangan sempit dengan pertanian tanaman obat keluarga maupun tanaman sayuran. Kegiatan ini semuanya ditanggung oleh Pemkab Inhil," papar Zainal.

 

Masalah gizi buruk dan stunting (kekerdilan), ulas Zainal, saat ini memang tengah menjadi fokus nasional termasuk Pemkab Inhil. Untuk itulah, dikatakannya, melalui seluruh puskesmas dan puskesmas pembantu yang ada di seantero Inhil telah diinstruksikan untuk dapat mendata warga setempat.

 

"Untuk itu masyarakat kita himbau juga partisipasinya agar segera dapat membawa anak yang terindikasi menderita gizi buruk ke puskesmas dan puskesmas pembantu setempat. Dengan begitu kita harapkan seluruh anak-anak kita dapat segera tertangani," tegas Zainal.

 

Sementara itu, sejak ditangani oleh Rumah Pemulihan Gizi, kondisi Natania kini telah berangsur membaik. Ini terbukti dengan berat badan Natania yang telah mulai beranjak naik. Jika semula hanya 5,6 kilogram, kini berat badan Natania telah mencapai 6,5 kilogram. (MAL/RLS)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.