Fadli Zon Klaim Gerindra-PKS-PAN Makin Solid Capreskan Prabowo

Dibaca: 20748 kali  Selasa, 20 Maret 2018 | 13:12:24 WIB
Fadli Zon Klaim Gerindra-PKS-PAN Makin Solid Capreskan Prabowo
Ket Foto :

Jakarta - Riautribune:Waketum DPP Partai Gerindra Fadli Zon memastikan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto siap maju menjadi capres di Pilpres 2019. Fadli mengklaim partainya makin dekat dengan PKS-PAN untuk mendukung Prabowo sebagai capres.

 

"Kita konfirmasi juga Pak Prabowo siap maju capres 2019," kata Fadli di kantor DPP Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (20/3/2018).

 

Ia mengatakan Gerindra terus berkomunikasi intensif dengan parpol calon mitra koalisi, seperti PKS dan PAN. Ia berharap dapat melakukan deklarasi bersama dengan parpol koalisi.

 

"Tentu saja tinggal melengkapi presidential threshold kami berkomunikasi dengan calon mitra koalisi. Dengan PKS, PAN, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa bersama-sama. Yang jelas, dari sisi Gerindra, kita deklarasi dulu Pak Prabowo sebagai capres," kata Fadli.

 

Ia mengatakan secara resmi akan melakukan deklarasi pada April mendatang. Ia mengaku membuka peluang dengan partai yang belum merapat ke koalisi Jokowi.

 

"Semua kita buka peluang bagi partai yang belum memberikan pernyataan dukungan kepada pihak sana. Saya kira kan pihak sana kan baru dukung lima, yang belum nyatakan dukungan juga lima. Jadi kita lihat," kata Fadli.

 

Sementara itu, soal siapa yang akan mendampingi Prabowo di Pilpres 2019, Fadli masih merahasiakannya. Menurutnya, akan dibahas soal teknis bersama partai koalisi nantinya.

 

"Itu nanti kesepakatan koalisi. Jadi tidak bisa ditentukan siapa. Siapa pun yang disepakati bersama, itu lah yang jadi pendamping Pak Prabowo. Tentu dengan mempertimbangkan elektabilitas, kapasitas, kapabilitas, dan juga integritas," kata Fadli. (dnc)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Nasional" Index »

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.