Alamak Pekanbaru Tak Lolos Penilaian Adipura

Dibaca: 15632 kali  Senin, 19 Maret 2018 | 21:06:01 WIB

PEKANBARU-riautribune: Prestasi Kota Pekanbaru kembali menurun setiap tahunnya di Piala Adipura. Jika tahun lalu gagal membawa pulang piala untuk kota terbersih tersebut, tahun ini justru Kota Pekanbaru gagal masuk dalam verifikasi penilaian.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Zulfikri menjawab, gagalnya Kota Pekanbaru lolos mengikuti pemilihan Piala Adipura 2018 dikarenakan Pekanbaru gagal dalam penilaian pertama (P1). Hal ini sekaligus membantah bahwasanya kabar Kota Pekanbaru tidak mengikuti pemilihan Piala Adipura 2018.

"Bukan tidak ikut, tapi tak lolos. P1 tidak lolos, berarti P2 tidak dilakukan. P2 tidak dilakukan, berarti tidak dilakukan verifikasi penilaian untuk mengikuti Piala Adipura 2018," terangnya.

Kepada wartawan, Zulfikri menjelaskan ada beberapa alasan kenapa Kota Pekanbaru gagal lolos dalam tahap pertama penilaian Piala Adipura 2018, yang dianggapnya berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Menurutnya, penilaian tahun ini lebih rumit jika dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya satu atau dia titik saja yang dipantau.

"Yang jelas penilaiannya gak sama dengan tahun dulu yang hanya satu titik pantau. Sudah bagus di satu titik (titik pantau), ya sudahlah sudah bersih. Berbeda, dulu gampang dapatkan Adipura. Sekarang banyak komponen yang dinilai," jelasnya.

"Tahun ini banyak yang dipantau, mulai dari kabut asap, sampai ke gang kecil ada sampah itu juga masuk penilaian. Bobotnya banyak. Dulu satu titik saja kita bawa ke orang (tim penilai) itu. Sekarang semua titik. Dulu hanya satu pasar, sekarang seluruh pasar dicek," tambahnya.

Selain faktor di atas, Zulfikri juga mengatakan masyarakat menjadi salah satu faktor kenapa Kota Pekanbaru gagal masuk ke dalam verifikasi Piala Adipura 2018.

"Satu lagi faktor keterlibatan dan kepedulian masyarakat dalam pengelolaan sampah, gak juga bagus. Semua unsur harus ikut bertanggung jawab, Adipura bukan hanya tugas semata Dinas LHK saja," tegas Zulfikri yang menyalahi masyarakat juga menjadi penyebab kenapa Kota Pekanbaru gagal mendapatkan Piala Adipura tahun lalu 2017.

Melihat prestasi buruk Kota Pekanbaru dalam pemilihan Piala Adipura beberapa tahun belakang, Zulfikri menjelaskan akan mempersiapkan Kota Pekanbaru untuk penilaian Piala Adipura tahun selanjutnya di tahun 2019.

"Tahun depan P1 Piala Adipura tahun 2019 dimulai pada bulan Oktober. Bulan Septembernya akan kita rapatkan semua tim yang terlibat secepatnya. Maunya gimana? Apa gini terus?" pungkas Zulfikri.

Seperti yang diketahui, Kota Pekanbaru sempat memiliki prestasi yang luar biasa di Piala Adipura. Kota dengan julukan Kota Bertuah ini bahkan pernah meraih Piala Adipura tujuh tahun berturut-turut saat kepemimpinan Wali Kota Herman Abdullah.

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.