DPRD Riau Warning Pengerjaan Fly Over Arengka dan Simpang SKA Harus Utamakan Kualitas

Dibaca: 10620 kali  Senin, 19 Maret 2018 | 15:20:56 WIB
DPRD Riau Warning Pengerjaan Fly Over Arengka dan Simpang SKA Harus Utamakan Kualitas
Ket Foto :

PEKANBARU - Riautribune:Wakil Ketua DPRD Riau, Noviwaldy Jusman mengingatkan pengerjaan fly over di Pasar Pagi Arengka dan simpang SKA harus mengutamakan kualitas.

 

Ditegaskan pria yang akrab dipanggil Dedet ini, dirinya tidak mau fly over malah rubuh seperti yang ada di Jakarta. "Pengerjaannya harus cepat, tapi harus tetap mengutamakan kualitas. Jangan rubuh seperti yang di Jakarta. Jangan coba main-main kalau sama saya. Saya awasi secara melekat," tegas Dedet , Senin 19 Maret 2018.

 

Lebih lanjut, Dedet meminta pengerjaan fly over ini juga harus segera digesakan. Dia mengatakan jika pembangunan fly over ini terhambat, akan menimbulkan masalah nantinya.

 

"Percepatan pembangunan ini juga tidak semudah yang kita bayangkan. Mulai dari fondasi, terus naik, tidak ada pengerjaannya yang bisa dikerjakan bersamaan. Nah, kalau tidak segera dimulai, tentu akan bermasalah.

 

Namun, tetap harus mengutamakan kualitas," pungkasnya. Sebagaimana diketahui, pembangunan fly over di Simpang SKA dan Pasar Pagi Arengka menyedot anggaran Rp240 miliar, dengan pembagian Rp160 miliar untuk fly over SKA dan Rp80 miliar untuk fly over pasar pagi Arengka. (bpc)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 25 April 2018 - 22:56:08 WIB

Sedang Asyik Merekap Nomor, Dua Lelaki di Inhil Diamankan Polisi

Sedang asyik merekap nomor sie jie, dua orang lelaki, diamankan Unit Opsnal Sat Reskrom Polres Indragiri Hilir, Rabu, 25 April 2018. Penangkapan kedua tersangka kasus tindak perjudian itu, dibenarkan oleh Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony, S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim Polres Indragiri Hilir AKP M. Adhi Makayasa, S.H., S.I.K., kepada awak tribratanews.polri.go.id. "Salah seorang pelaku adalah pemain lama, dan pernah dihukum karena kasus yang sama, pada tahun 2013", terang AKP Adhi.