Melalui Kegiatan Ilmiah,

Unri Gaungkan Kebangkitan Teknologi ke-23 Tahun 2018

Dibaca: 30345 kali  Senin, 19 Maret 2018 | 10:44:01 WIB
Unri Gaungkan Kebangkitan Teknologi ke-23 Tahun 2018
Ket Foto :

PEKANBARU - riautribune : Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) merupakan satu diantara hari bersejarah nasional yang diperingati setiap tanggal 10 Agustus. Peringatan Hakteknas yang merupakan tonggak sejarah kebangkitan teknologi Indonesia ini berawal dari peluncuran dan penerbangan perdana pesawat N-250 Gatotkaca pada 10 Agustus 1995 di Bandung.

Provinsi Riau terpilih menjadi tuan rumah Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HAKTEKNAS) ke -23 pada tahun 2018. Sebelum acara tersebut diselenggarakan, sebelumnya telah diselenggarakan acara launching HAKTENAS pada 11 Februari 2018 lalu, di Gedung Daerah Pauh Panggi Kompleks Gubernuran Provinsi Riau.

Launching Hakteknas ini dihadiri Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Menristek-Dikti-RI) Mohammad Nasir. Pada Hakteknas tahun ini, Kemenristekdikti mengambil tema “Inovasi untuk Kemandirian Pangan dan Industri” dengan sub tema “Sektor Pangan dan Energi di Era Revolusi Industri 4.0”, serta tagline “Inovasi Membangun Negeri”.

Dipilihnya Provinsi Riau sebagai tuan rumah Hakteknas tahun 2018 karena predikat Riau sebagai salah satu lumbung energi nasional dan penyangga utama kebutuhan pangan di Pulau Sumatera, khususnya sektor pertanian dan perkebunan, serta pada tahun 2017 lalu, Riau mendapatkan penghargaan Budhipura dari Kemenristekdikti, karena nilai berhasil mengembangkan sistem inovasi daerah.

“Universitas Riau (Unri) juga sebagai perguran tinggi provinsi Riau selalu ikut berperan untuk memajukan provinsi Riau dalam berbagai kesempatan yang berbentuk penelitian, inovasi dan riset.” Hal ini disampaikan Prof Dr Ir Aras Mulyadi DEA Rektor Unri, saat diruangan DPH dihadapan Jajaran pimpinan Unri serta Tim Redaksi Media Massa dari Kemenristekdikti.

Rektor Unri, menyampaikan Unri merupakan Perguruan Tinggi Negeri tertua yang ada di Provinsi Riau. Unri sendiri terus melakukan inovasi dan riset untuk menciptakan hal-hal baru demi kemajuan serta kesejahteraan masyarakat. "Unri senantiasa mengembangkan inovasi-inovasi baru serta melakukan riset, agar tercipta hal baru yang dapat memajukan dan mensejahterakan masyarakat,” paparnya.

“Ini merupakan kehormatan bagi Provinsi Riau menjadi Provinsi yang pertama di Pulau Sumatera yang menjadi tuan rumah pada Hakteknas tahun 2018. Oleh karena itulah, Unri siap mendukung pelaksanaan dan penyelenggaraan Hakteknas tahun 2018,” jelas Rektor.

Lebih lanjut, Rektor menyampaikan peringatan Hakteknas ini diselenggarakan untuk menghargai dedikasi dan prestasi membanggakan seluruh komponen bangsa yang telah mengembangkan iptek dan inovasi untuk peningkatan kesejahteraan, daya saing dan kemandirian bangsa. Juga sebagai upaya mendorong sinergi peran dan fungsi Stakeholder inovasi di daerah yakni pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, masyarakat dan media massa.

“Banyak kegiatan dalam pelaksanaan Hakteknas nanti Unri juga ikut serta dalam berbagai kegiatan, seperti bakti teknologi Unri tengah menginventaris komuditi yang sudah dilaksanakan oleh Universitas Riau, baik dari Fakultas Pertanian, Fakultas Perikanan, maupun Fakultas Lainnya yang telah mengkolaborasikan implementasi penelitian kepada masyarakat luas.”

Pada kegiatan Lomba Kreanova Tingkat Provinsi, yang mana kegiatannya berpusat di tingkat provinsi rentang bulan Maret sampai dengan Agustus 2018, Pada kegiatan ini, Unri tengah melakukan sosialisasi dan penyebarluasan informasi terkait kelompok perseorangan dari unsur mahasiswa, dosen, serta pegawai diberikan peluang yang seluas-luasnya untuk turut serta, dan secara bertahap melakukan seleksi dan inventarisasi oleh Tim Hakteknas Unri untuk memberikan dukungan dan fasilitas untuk mengikuti kompetisi ini,” tuturnya.

“Saat ini, Unri juga tengah mempersiapkan kegiatan ilmiah, baik dalam bentuk penyelenggaraan Seminar Internasional dan Penyelenggaraan Seminar Nasional, mengumpulkan rencana setiap fakultas yang sejalan dengan tema Hakteknas. Saat ini dalam tahap persiapan adalah seminar dari Bidang Teknik yang berkaitan dengan “International Society of Ocean, Mechanical and AerospaceScientists and Engineers,” terang Rektor.

Pada rangkaian kegiatan Pameran Inovasi Anak negeri, yang dilaksanakan pada tanggal 10-13 Agustus 2018 nanti, Unri juga tengah memyiapkan konsep penampilan inovasi dan hasil riset putra daerah Propinsi Riau, dengan menampilkan segala inovasi-inovasi unggul di daerah, “Unri akan menampilkan produk-produk unggulan yang telah dilaksnakan dan dibina melalui UKM yang ada di Unri yang saat ini masih beroperasional dibeberapa daerah di Provinsi Riau,” ungkap Aras.

Pada Kegiatan Ritech Expo, Unri menampilkan hasil-hasil produk penelitian dan transformasi iptek Universitas Riau kepada pengunjung stan untuk bertransformasi iptek bagi masyarakat luas. Begitu pula kegiatan Diskusi Bisnis (Side event) di Ritech Expo, Unri juga akan menyiapkan pemateri yang merupakan peneliti Unri untuk melakukan pertemuan dengan stakeholder dalam rangka pengembangan penelitian. Selain itu, diskusi bisnis ini juga memiliki sasaran dalam mensinergikan antara program kerjasama Unri dan Kementerian keuangan yang beberapa waktu lalu yang telah melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman dalam rangka pengembangan Eksport hasi-hasil UKM yang ada di Universitas Riau. Sasaran yang kita harapkan dari pertemuan itu nantinya adalah terbinanya UKM Universitas, melalui kolaborasi antara pemerintah Daerah dan Pihak Mitra Pengembang Eksternal Unri,” tutup Aras. (wn) ***

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.