Tersebab CLBK, Dua Oknum PNS Mesum Dipolisikan

Dibaca: 123871 kali  Selasa, 13 Oktober 2015 | 07:11:37 WIB
Tersebab CLBK, Dua Oknum PNS Mesum Dipolisikan
Ket Foto : Foto Internet

RENGAT-riautribune: Melupakan cinta lama memang susah. Apalagi banyak kenangan dari kebersamaan yang pernah terjalin di masa lalu itu. Sehingga ketika bertemu kembali setelah sekian lama meninggalkan bangku kuliah, perasaan tersebut bersemi kembali. Terkadang malah menjadi tidak terbendung.

Barangkali itu yang dialami seorang oknum PNS yang bertugas di RSUD Indrasari Rengat berinisial GPK (30). GPK nekad mengencani rekannya sesama PNS yang bertugas di Puskesmas Pekanheran, Kecamatan Rengat Barat berinisial SD (27). Meski dia tahu sebenarnya SD sudah menjadi istri orang lain.

Gara-gara CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali), kedua oknum PNS yang masing-masing sudah memiliki anak satu itu harus berurusan dengan pihak berwajib. Pasalnya, pasangan ini tertangkap warga sedang berduaan dalam kamar sebuah rumah kontrakan Sabtu (10/10) kemarin sekitar pukul 13.00 WIB.

GPK yang tinggal di Jalan Azki Aris Rengat dan SD warga Pekanheran, ditangkap warga Paskem, Kecamatan Rengat Barat sedang menjalin hubungan terlarang di sebuah kamar di Gang Lingga RT 24 Desa Pasir Kemilu (Paskem) Rengat. "Pintu belakang rumah terpaksa kami buka paksa, setelah lima menit sebelumnya mereka tidak mau membuka pintu," ungkap Ketua RT 24, Subhana, bersama warganya di Polres Inhu di Rengat.

Warga yang melakukan penangkapan mengatakan saat ditangkap pasangan itu rambutnya sudah acak-acakan. Bahkan celana dalam yang diduga milik GPK dan dua helai handuk kecil untuk kain lap yang mereka pakai masih berserakan di dalam kamar. Benda tersebut akhirnya turut dibawa dan menjadi saksi bisu atas perbuatan mereka di Polres Rengat.

Diterangkan Subhana, sebelum keduanya digiring ke Polres Rengat, warga yang sudah tersulut emosi karena merasa daerahnya dikotori perbuataan mesum, sempat memberikan pukulan ringan ke wajah GKP. "Keduanya kami amankan atas laporan warga yang mencurigai gelagat mereka," ungkap Ketua RT 24 Paskem itu lagi.

Sementara itu GKP dan SD membantah telah melakukan perbuatan mesum dan keduanya siap untuk dites urine. Peristiwa tersebut tentu saja membuat suami SD merasa terpukul. B yang mengaku suami sah dari SD merasa kecewa dan tidak akan memberi maaf kepada istrinya. "Diproses saja secara hukum," kata B yang merupakan pegawai honorer Dishubkominfo Pemkab Inhu itu.

Ayah satu anak ini mengaku sudah menaruh curiga dengan gerak-gerik istrinya. Karena, katanya, SD sering kali keluar rumah baik siang maupun malam hari dengan alasan kerja. Namun sepandai-pandai tupai melompat, suatu saat jatuh juga. Pepatah itu pula yang terjadi dengan istrinya itu.

Lain halnya dengan ES warga Azki Aris, Rengat yang mengaku sebagai istri sah dari GPK. ES tidak menepis bahwa hubungan rumah tangga mereka belakangan ini mulai tidak harmonis. "Saya dan GPK sudah setahun pisah ranjang. Harapan saya perbuatan tak terpuji mereka diproses secara hukum," ungkap ibu satu anak ini. Polisi sendiri masih menyelidiki dugaan perbuatan mesum pasangan tersebut sekaligus mengambil air seninya. (san)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Hukrim" Index »