Pidato Politik AHY,

Magnet Baru Demokrat itu Bernama

Dibaca: 37985 kali  Ahad, 11 Maret 2018 | 19:45:15 WIB
Magnet Baru Demokrat itu Bernama
Ket Foto :

SENTUL- riautribune: Demokrat memiliki magnet baru, trah politik SBY di partai berlambang mercy itu berlanjut dengan kehadiran "Agus Harimurty Yudhoyono atau AHY. Magnet baru inilah yang kemudian membahana di Sentul Convention Internasional.

 Ribuan kader Partai Demokrat menyerukan nama Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY) sebelum pidato penutupan di Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (11/3/2018).

Seluruh kader yang mengenakan pakaian dan atribut serba biru gelap itu tak henti-hentinya menyerukan "AHY...AHY..AHY". Sorakan hadirin
semakin heboh saat dipandu oleh pembawa acara. Rencananya, AHY yang merupakan Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) untuk Pilkada 2018 dan Pilpres 2019 akan menyampaikan pidato penutupan Rakernas.

 Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mewajibkan seluruh kader yang hadir untuk mendengar pidato yang disampaikan AHY. SBY menyebut bahwa pidato tersebut berisi pesan penting yang wajib didengarkan oleh seluruh kader Demokrat. "Pidato ini ditunggu-tunggu dan akan disiarkan langsung dan dikuti oleh saudara-saudara seluruh Tanah Air," kata SBY.(ehm)

 

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Politik" Index »

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.