Kembali Mengganas, Tukang Bangunan Walet di Tanjung Simpang Inhil Tewas Diterkam Harimau

Dibaca: 51104 kali  Ahad, 11 Maret 2018 | 09:43:52 WIB
Kembali Mengganas, Tukang Bangunan Walet di Tanjung Simpang Inhil Tewas Diterkam Harimau
Ket Foto :

Inhil - RiauTribune: 2 bulan berlalu, Harimau Sumatera kembali mengganas di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Akibatnya, Yusri Efendi (34), warga Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, meninggal dunia diterkam hewan buas tersebut.

 

Kejadian yang mengenaskan itu, terjadi di RT 038 Simpang Kanan, Dusun Sinar Danau, Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil, Sabtu malam, (10/3/2018), sekira pukul 19.00 WIB.

 

Kapolres Indragiri Hilir AKBP. Christian Rony, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Pelangiran IPTU Muhammad Rafi, membenarkan kejadian tersebut.

"TKP ini cukup jauh, sekitar 20 kilometer, dari kejadian sebelumnya, sudah dekat perbatasan antara Kabupaten Indragiri Hilir dengan Kabupaten Pelalawan", kata IPTU Rafi.

 

Mantan Kanit Intel Polsek Kateman itu, lalu menceritakan kejadian itu. Bermula saat korban Yusri bersama 3 orang rekannya masing - masing Rusli (41), Indra (26), dan Syahran (41), semuanya warga Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, sedang mengerjakan bangunan rumah walet. Disaat sore menjelang, sekira pukul 16.30 WIB, mereka melihat seekor harimau, berada di bawah bangunan yang sedang mereka kerjakan.

 

Kengerian langsung merayapi para tukang. Mereka lantas memilih bertahan di atas bangunan. Hingga 2 jam berlalu, mereka tetap berdiam diri di ketinggian, sampai hari mulai gelap.

 

Setelah tidak terlihat lagi harimau itu, korban dan rekannya bergegas turun. Namun baru melangkah sekitar 250 meter, tiba - tiba, raja hutan itu, kembali menampakan diri dari arah depan. Kehadiran binatang buas tersebut, langsung menyebabkan kepanikan dan mereka berlari menyelamatkan diri.

 

Di saat - saat yang kritis, Rusli, Indra dan Syahran, berupaya saling memanggil, tapi ketika nama Yusri dipanggil, tidak ada sahutan terdengar. Lalu para pekerja yang tersisa, mencoba menghubungi warga Dusun Sinar Danau, yang tak lama kemudian, ramai datang ke lokasi, menggunakan perahu kecil.

 

Pencarian terhadap Yusri, segera dilakukan. Sekira pukul 19.00 WIB, korban berhasil ditemukan, di atas tanaman kumpai (sejenis rumput yang terdapat di atas air), tapi Yusri, tampak tidak bergerak lagi. Di tengkuknya, terlihat tanda - tanda luka, bekas taring harimau.

 

Personel Polsek Pelangiran yang mendapat laporan, mendatangi TKP dengan Tim BBKSDA Provinsi Riau, dan kemudian mengevakuasi jasad korban ke Klinik KPP Pulai PT. THIP. Dari pemeriksaan, diketahui korban meninggal dunia, karena mengalami pendarahan akibat luka robek bekas gigitan harimau di tengkuknya.

 

Jasad korban kemudian diserahkan kepada keluarga, dan dibawa kembali ke kampungnya di Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan, untuk dikebumikan di sana.(MAL)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 25 Maret 2020 - 17:48:59 WIB

PERSOALAN WABAH COVID-19 DAN GEOPOLITIK PEMERINTAH DAERAH

Perkembangan teknologi perhubungan telah meluaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga dalam perekonomian. Arus pergerakan orang, barang dan uang pun meningkat serta berimbas pada tuntutan pelonggaran pintu-pintu masuk ke suatu daerah. Kata-kata globalisasi, integrasi regional, infrastruktur hingga deregulasi menggambarkan kecenderungan tersebu