Mobnas di Bengkalis Banyak Tak Bayar Pajak

Dibaca: 59251 kali  Senin, 12 Oktober 2015 | 07:37:32 WIB
Mobnas di Bengkalis Banyak Tak Bayar Pajak
Ket Foto : Ilustrasi Internet

BENGKALIS-riautribune:  Meskipun belum diperoleh jumlah angka pastinya, namun berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dari Unit Pelaksana Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Riau di Bengkalis/ Samsat Bengkalis, saat ini banyak kendaraan dinas di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis yang tidak membayar pajak kendaraan bermotor.

Ironisnya lagi, kendaraan yang tidak membayar pajak dimaksud hampir merata ada di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Namun yang terbanyak kendaraan dinas yang pengadaannya dilakukan Sekretariat Daerah Bengkalis. Baik yang itu terlambat atau tidak membayar pajak setahun maupun yang 'sengaja' bertahun-tahun tak membayar pajak.

Ketika dikonfirmasi, Penjabat Bupati Bengkalis H. Ahmadsyah Harrofie mengatakan sudah mendengar informasi tersebut. Namun Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Provinsi Riau ini mengaku belum mengetahui jumlah pasti kendaraan plat merah di lingkungan Pemkab Bengkalis yang tidak taat membayar pajak dimaksud.

Meskipun demikian, kata Ahmadsyah, Sekretaris Daerah H. Burhanuddin dan Kepala Bagian Perlengkapan sudah ditugaskannya untuk mengecek kebenaran informasi tersebut. Kemudian segera menyelesaikannya jika informasi itu benar adanya. Begitu pula seluruh Kepala SKPD.

"Kalau informasi itu benar adanya, kita tentu sangat kecewa. Sekali lagi, kalau memang benar, hal demikian tidak sepantasnya sampai terjadi. Sebab setiap tahunnya alokasi dana untuk membayar pajak kendaraan dinas ini tentu dialokasikan. Karena itu, kita sudah tugaskan Sekretaris Daerah dan Kepala Bagian Perlengkapan segera menyelesaikannya," jelas Ahmadsyah kepada sejumlah wartawan, akhir pekan lalu.

Di bagian lain Ahmadsyah mengharapkan pihak-pihak yang terkait dengan pembayaran pajak kendaraan bermotor kendaraan dinas di Pemkab Bengkalis, baik itu di Sekretariat Daerah maupun di masing-masing SKPD untuk tepat waktu dalam penyelesaian pembayaran pajak kendaraan bermotor yang menjadi tangungjawabnya. Sebab, surat menyurat atau daftar inventaris kendaraan tersebut pasti ada.

"Harus memberi contoh kepada masyarakat dalam ketaatan membayar pajak. Bukan malah sebaliknya. Di satu sisi kita menyuruh masyarakat agar taat membayar pajak, tetapi di sisi kita sendiri tidak melaksanakan kewajiban tersebut. Itu contoh yang tidak baik. Ke depan hal demikian tidak boleh terjadi lagi," pesan Ahmadsyah. (afa)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »