Terjadi Penurunan,

SBY Sebut Jangan Lagi Ada Kader Demokrat Yang Terbabit Korupsi!

Dibaca: 18014 kali  Sabtu, 10 Maret 2018 | 16:34:12 WIB
SBY Sebut Jangan Lagi Ada Kader Demokrat Yang Terbabit Korupsi!
Ket Foto :

SENTUl - riautribune: Mata Audiensi Indonesia cukup terfokus pada pidato pembukaan Rapimnas Demokrat, salah satu yang sangat menjadi perhatian adalah terjadinya penurunan jumlah kasus yang menimpa kader demokrat untuk perihal Korupsi.

  "Syukur, untuk tahun-tahun terakhir ini, sedikit sekali Kader Demokrat yang terkena kasus korupsi. Dan kedepan kita tegas, agar jangan sampai ada lagi.Kami menyadari, bahwa kami pernah melalui itu semua, ketika mata tersorot sebagai partai terbesar kami didera oleh persoalan yang cukup berat, terutama kasus korupsi yang melibatkan kader. Kedepan ini harus menjadi perhatian bersama. Demokrat harus bekerja, mendengarkan persoalan rakyat dan berbuat untuk rakyat,"Ucap SBY dihadapan Presiden RI Jokowidodo dan lima belas ribu kader Demokrat, di Sentul City.

Menurut SBY, Partai Demokrat belajar dari pengalaman masa lalu, Pemilu 2009. Ketika itu, Demokrat meraih kemenangan dengan gemilang. "Tetapi Pemilu 2014, kami kalah. Perolehan Partai Demokrat menurun tajam dibandingkan Pemilu 2009," ujarnya.

Untuk diketahui, pada Pemilu 2009, Partai Demokrat mendapatkan 20,8 persen suara. Sedangkan pada Pemilu 2014, perolehan suara merosot menjadi 10,19 persen.

Menurut SBY, terdapat dua penyebab anjloknya elektabilitas. Pertama, beberapa kader partai terlibat korupsi. "Meski ada sejumlah partai waktu itu yang jumlah kadernya korupsi lebih banyak, tapi karena kami di pemerintahan, kami lah yang kena," ungkapnya.

SBY menegaskan, partainya belajar dari pengalaman pahit tersebut. Dirinya bersyukur selama empat tahun terakhir, kader partai yang terjerat kasus korupsi jumlahnya sangat kecil. "Jauh dibawah beberapa partai lain. Partai Demokrat bertekad, mari kita jaga keadaan seperti ini agar kita sukses," tegasnya.

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Politik" Index »