XL Axiata Anggarkan Capex Rp 7 Triliun untuk Bangun Jaringan

Dibaca: 23606 kali  Kamis, 15 Februari 2018 | 11:40:07 WIB
XL Axiata Anggarkan Capex Rp 7 Triliun untuk Bangun Jaringan
Ket Foto :

JAKARTA - riautribune: XL Axiata (XL) menganggarkan capital expenditure (capex) atau belanja modal di kisaran Rp 7 Triliun untuk sepanjang 2018 ini. Sebagian besarnya akan dipakai untuk membangun jaringan data besar-besaran. Presiden Direktur XL Dian Siswarini mengatakan bahwa sepanjang 2017 perusahaan telah mencatat kinerja kuat berkat kontribusi pendapatan dari layanan data. Kenaikan traffic layanan data dilaporkan mencapai 2 kali lipat atau 148 persen (YoY).

“Pencapaian XL Axiata sepanjang 2017 secara jelas memberikan sinyal bahwa kini saatnya kami musti melangkah ke fase berikutnya, yaitu memaksimalkan kemampuan jaringan data guna meningkatkan kualitas layanan, juga memperluas cakupan layanan ke area-area luar Jawa,” ujar Dian dalam keterangan resminya, Rabu (14/2/2018).

Dia menambahkan, pembangunan jaringan di area Jawa hanya akan dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan. Sedangkan di luar jawa akan dilakukan perluasan jaringan 4G LTE dengan penambahan base transceiver station (BTS) baru. Adapun penambahan BTS baru itu rencananya dilakukan dalam jumlah yang sama dengan total penambahan BTS pada 2017.

Tidak tanggung-tanggung, XL menanggarkan 90 persen dari total capex 2018 untuk pembangunan tersebut. Adapun dari pembangunan jaringan pada 2017, sinyal 4G XL telah berhasil menjangkau 360 kota atau kabupaten di berbagai wilayah Indonesia. Total ada lebih dari 17.000 BTS 4G dan 46.000 BTS 3G yang dipakai untuk menopang layanan komunikasinya. Dari total BTS yang dibangun sepanjang 2017 itu, 60 persen dilakukan di luar Pulau Jawa. XL juga mendapatkan jatah dana universal service obligation (USO) yang telah disalurkan untuk membangun BTS di 40 titik di wilayah terpencil, terluar dan terdepan Indonesia.(kom)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.