Tim Laskar Pelangi Untuk Pemenangan WARDAN-SU Terbentuk

Dibaca: 42802 kali  Jumat, 02 Februari 2018 | 08:08:19 WIB
Tim Laskar Pelangi Untuk Pemenangan WARDAN-SU Terbentuk
Ket Foto : Dukungan Forum Laskar Pelangi dalam rangka Pemenangan Wardan - SU sekaligus penyerahan berkas dukungan hasil deklarasi beberapa waktu yg lalu.

TEMBILAHAN - RiauTribune: Tim Laskar Pelangi untuk pemenangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Inhil Inhil Periode 2018-2023 WARDAN-SU di Kabupaten Inhil telah terbentuk.

 

Terbentuknya sebuah kelompok tim pemenangan yang bernama Tim Laskar Pelangi tersebut dilaksanakan pada Pkl. 20.00 wib yang bertempat di Jl. Gunung Daek Tembilahan. Senin (22/1/2018).

 

Dalam pembentukan tim pemenangan tersebut telah terbentuk organisasi didalamnya yaitu, Agustami Tolib sebagai Ketua dari Tim Laskar Pelangi, serta para anggota dari berbagai kecamatan dan desa yang ada di Kabupaten Inhil.

 

"Kamarin kita sudah melakukan pembentukan tim pemenangan WARDAN-SU di rumah pribadi saya. Dan saya sendiri diberi amanah sebagai Ketua," kata Agustami Tolib kepada RiauTribune.com, Kamis (01/01/2018).

 

Agustami Tolib menyebutkan bahwa Ini adalah awal yang baik, dan dengan terbentuknya tim pemenangan ini, maka Tim Laskar Pelangi siap bekerja untuk memenangkan pasangan WARDAN-SU sebagai Bupati dan Wakil Bupati Inhil.

 

Cabup dan Cawabup Inhil Periode 2018-2023, WARDAN-SU juga telah menandatangani nota kesepahaman bersama tim pemenangan ini serta akan menyesuaikan dengan struktur tim pemenangan.

 

Sementara itu, WARDAN-SU merasa terhormat telah mendapat dukungan dari Tim Laskar Pelangi yang sudah terbentuk. Menurutnya, kerja pemenangan akan dimulai dari proses silaturahmi.

 

Sambutan masyarakat Inhil terhadap pencalonan WARDAN-SU, membuat tim semakin termotivasi untuk bekerja. (Akmal/Rls)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 25 Maret 2020 - 17:48:59 WIB

PERSOALAN WABAH COVID-19 DAN GEOPOLITIK PEMERINTAH DAERAH

Perkembangan teknologi perhubungan telah meluaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga dalam perekonomian. Arus pergerakan orang, barang dan uang pun meningkat serta berimbas pada tuntutan pelonggaran pintu-pintu masuk ke suatu daerah. Kata-kata globalisasi, integrasi regional, infrastruktur hingga deregulasi menggambarkan kecenderungan tersebu