Merasa Ditelantarkan Rumah Sakit, Pasien Ini Keluhkan Layanan RSUD Bengkalis

Dibaca: 24342 kali  Rabu, 31 Januari 2018 | 10:50:54 WIB
Merasa Ditelantarkan Rumah Sakit, Pasien Ini Keluhkan Layanan RSUD Bengkalis
Ket Foto :

Riautribune:Meskipun sudah mendapat akreditasi sebagai rumah sakit paripurna, namun masih banyak yang harus dievaluasi RSUD Bengkalis.

 

Diantaranya adalah kualitas pelayanan yang masih dikeluhkan oleh pasien yang berobat.

 

Hal itu seperti diungkapkan Agustiawan, salah seorang anggota keluarga pasien yang akan melahirkan di rumah sakit tersebut. Dirinya dan keluarganya sempat sangat merasa kecewa dengan mutu pelayanan karena seperti ditelantarkan. Agus menceritakan, kekecewaannya bermula Ahad (28/1/18) malam lalu.

 

Ketika itu dirinya dan keluarga mengantar adik iparnya yang akan melahirkan ke RSUD. Saat masuk di RSUD Bengkalis awalnya memang mendapat penanganan langsung oleh perawat IGD. Namun, katanya, ia tidak melihat adanya dokter spesialis kandungan yang menangani adik iparnya.

 

Padahal, kondisi pasien dalam keadaan menahan sakit pasca sempat dirawat di rumah bidan. "Awalnya memang adik kami dirawat di rumah bidan, karena sudah 2 malam tidak ada perubahan kami memutuskan membawa adik ke RSUD.

 

Yang kita sayangkan, ketika itu tidak ada dokter yang setidaknya memberikan penjelasan kondisi adik kami. Hanya petugas perawat disitu, apa karena kami masuk tengah malam menjadi faktornya kami pun tidak tau," kata Agus, Selasa (30/1/18).

 

Dokter sebut Agus, hanya berkomunikasi via telepon dengan perawat di sana. Petugas sempat menyarankan agar pasien dirangsang, tapi adik iparnya menolak karena minta ditangani dengan operasi cesar.

 

Tanda tangan penolakan rangsang ditandatangani suami adiknya. "Adik tidak mau karena adik maunya dioperasi. Ya perawat bilang tunggu sampai besok pagi. Oke kita tunggu. Setelah itu adik dibawa ke lantai 2 ruang bersalin. Diatas tetap ditangani sama bidan," katanya. Ketika dinihari, cerita Wakil Ketua PK KNPI Bengkalis ini kondisi adik iparnya memburuk.

 

Sontak keluarga membangunkan perawat yang bertugas yang ketika itu tidur. "Saat kami bangunkan inilah perawat tersebut seperti marah, dan mengeluarkan kata yang membuat kami tersingung. Karena kata-kata kurang menyenangkan. Tak lama langsung adik saya kejang-kejang mengeluarkan busa dan darah dari mulut, kami panik, petugas panik," paparnya.

 

"Terus apa yang saya kesalkan, pertama pelayanan petugas malam itu, mengeluarkan bahasa yang sangat kurang menyenangkan. Kedua kesiapan dokter, rasanya kalau saja dokter memeriksa sebelum kondisi pasien memburuk, mungkin dokter bisa menyimpulkan pasien harus ditangani seperti apa, operasi malam ini atau menunggu pagi. Ini udah sekarat baru semua pada sibuk, siapa yang gak kecewa, ini nyawa orang," kesalnya.

 

Agus menilai, penanganan RSUD Bengkalis sedikit lambat terhadap adiknya. Keluarga bahkan sempat menjadi panik melihat kondisi pasien seperti kritis. "Kami kira dia sudah meninggal adik kami, penanganan dokter dilakukan menunggu dokter datang ke rumah sakit. Namun Alhamdulillah masih selamat," kata dia.

 

Meskipun Agus merasa kecewa dengan pelayanan di RSUD Bengkalis, namun pihaknya berterimakasih pihak rumah sakit dan dokter bisa menyelamatkan bayi serta adiknya tersebut. "Namun saya harap para petugas bisa lebih ramah lagi.

 

Penanganan pasien juga jangan seperti ini kalau bisa lebih cepat, sebab ini menyangkut nyawa orang. Kami orang kampung ni tidak mau masuk ke sana bilamana tidak sakit," pungkasnya.

 

Keluh kesah ini, tambahnya bisa menjadi masukan bagi Direktur RSUD Bengkalis dalam membenahi pelayanan. Pasalnya setelah sempat ribut dengan petugas rumah sakit, ternyata banyak keluarga pasien lainnya juga menyampaikan hal yang sama.

 

"Kami sempat ribut dengan petugas rumah sakit dengan pelayanan seperti ini. Bahkan sebagian keluarga pasien yang ada di sana saat itu mengatakan keluhan yang sama. Mudah-mudahan menjadi masukan, karena yang merasakan pelayanan itu kami, baik pelayanannya baik pula yang kami rasakan.

 

Jika tidak baik, pasti tidak baik, karena yang merasakan pelayanan itu masyarakat, "pungkas Agustiawan. Direktur RSUD Bengkalis Ershan dihubungi wartawan mengaku belum mendapat laporan terkait hal itu. Dia mengaku akan melakukan kroscek terlebih dahulu. "Kita cek dulu," singkatnya.(rtn)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Selasa, 11 Desember 2018 - 23:13:07 WIB

Timsel Seleksi KPU Kabupaten/Kota Diduga Lakukan Kecurangan

PEKANBARU-riautribune: Sejumlah peserta seleksi KPU Kabupaten/kota mempertanyakan hasil keputusan timsel KPU Kabupaten/kota wilayah II, Provinsi Riau, karena dianggap janggal. Demikian diungkapkan oleh Muhammad Sukriadi salah satu peserta seleksi KPU kabupaten Rokanhulu, perihalnya timsel tidak memperlihatkan profesionalitas dalam menjalankan tugas