Tunggal Putri Indonesia Rontok di Babak-Babak Awal

Dibaca: 2743 kali  Sabtu, 27 Januari 2018 | 11:17:53 WIB
Tunggal Putri Indonesia Rontok di Babak-Babak Awal
Ket Foto :

Jakarta - Riautribune: Indonesia tanpa wakil di sektor tunggal putri di semifinal Indonesia Masters 2018. Ketua Umum Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Wiranto menyebut kegagalan ini karena pihaknya masih mencoba-coba lapis kedua.

 

Tunggal putri mengalami kemunduran di Indonesia Masters. Dalam lima tahun terakhir, Indonesia Masters tahun inilah yang paling buruk di sektor tersebut. Dari sejumlah wakil, hanya Fitriani yang mampu melewati babak pertama meski akhirnya Fitriani juga terhenti di babak kedua. Padahal tahun 2016, Indonesia masih bisa meloloskan Hanna Ramadini ke perempatfinal.

 

Sementara di Indonesia Masters 2015, Indonesia meloloskan wakil ke semifinal atas nama Hera Desi. Bahkan pada 2014 tunggal putri atas nama Adriyanti Firdasari menjadi juara di ajang tersebut. Terkait menurunnya prestasi tunggal putri di turnamen ini, Wiranto memberikan tanggapannya. "Bukan kebobolan sebenarnya. Ini semuanya kami perhitungkan. Kami sekarang baru lapis kedua tunggal putri kita mudah-mudahan dapat melaju jadi pemain dunia," kata Wiranto.

 

"Karena kita lihat saja tunggal-tunggal putri dunia sudah seperti itu. Sudah seperti laki-laki dari permainannya, postur tubuhnya, power-nya, dan kita juga harus ke sana. Kita ada beberapa bibit-bibit muda dan saya lihat mudah-mudahan ke depan bisa mengimbangi mereka," dia melanjutkan.

 

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI itu telah menyiapkan beberapa langkah untuk mengantarkan tunggal putri Indonesia menuju ke pentas dunia. "Kami selalu ada programnya untuk mengakselerasi kemampuan pemain itu tidak seperti dulu, agak mudah. Saat ini sudah merata apalagi dengan adanya sport science mempelajari gaya pemain, kelemahan-kelemahan pemain lewat komputer, lalu analisis digital, ini kita harus (mengarah) ke sana," dia menjelaskan.

"Dan saya kira untuk bisa mendongkrak pemain junior kami masuk ke kelas dunia adalah dengan memperbanyak latihan dan bertanding. Latihan untuk masalah teknik dalam bertanding serta latihan untuk masalah mental. Itu harus terus dilakukan. Makanya kami tidak pernah absen di setiap turnamen. Hampir setiap atlet kami kirimkan wakil ke pertandingan itu," kata Wiranto.(ds)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Olahraga" Index »