Berakhir di Polsek, Pencabulan Pertama di Bangunan PTPN-V Binio

Dibaca: 122808 kali  Senin, 05 Oktober 2015 | 12:31:44 WIB
Berakhir di Polsek, Pencabulan Pertama di Bangunan PTPN-V Binio
Ket Foto : Ilustrasi Internet

RENGAT-riautribune: Bangunan kosong milik PTPN-V di Binio Kecamatan Peranap menjadi lokasi pencabulan siswi SMP yang berinisial RY (14). Kejadian bermula pada Sabtu (3/10) lalu sekitar pukul 23.30 WIB saksi dan masyarakat menggerebek rumah nenek korban bernama Kasmari. Penggerebkan dilakulan karena mereka melihat ada laki-laki yang masuk ke kamar cucunya.

Saat penggerebekan, laki-laki tersebut mencoba melarikan diri melalui jendela kamar dengan kondisi bugil. Namun naas, pelaku berhasil ditangkap warga dan akhirnya pelaku diseret ke Kantor Kepala Desa, Pandan Wangi. Khawatir pelaku dihakumi massa yang terlihat emosi, pelaku dibawa aparat desa ke Polsek Peranap.

Saat diintrogasi, pelaku dan korban mengaku pacaran sejak satu tahun lalu dan sudah melakukan beberapa kali hubungan layaknya suami istri. Hubungan terlarang itu berulang kali dilakukan mereka sejak bulan Mei lalu.

Perbuatan tak senonoh tersebut dilakukan pertama kali di bangunan kosong bekas pabrik PTP Binio Kecamatan Kelayang hingga akhirnya berujung dengan penangkapan oleh warga.

Sebelumnya, Kamis, (1/10) sekitar pukul 01.15 WIB, nenek korban Kasmari (52) warga  Blok C Desa Pandan Wangi Kecamatan Peranap melaporkan pelaku pencabulan atas nama Aryadi (19) Warga Sungai Kuning Binio 1 Desa Binio Kecamatan Kelayang.

Berdasarkan laporan bernomor LP/ 90 / X / 2015 / Res.Inhu / Sek. Paranap tersebut, pelaku diamankan Polsek Peranap. "Saat ini kita sedang melakukan pemeriksaan saksi-saksi atas laporan tersebut," ujar Kapolres AKBP Ari Wibowo melalui Kasubag Humas Iptu M Ari. (san)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Hukrim" Index »

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.