Bersama Gubri,

Bupati Inhil Hadiri Haul Syekh Abdul Qadir Jailani

Dibaca: 41414 kali  Kamis, 11 Januari 2018 | 08:14:38 WIB
Bupati Inhil Hadiri Haul Syekh Abdul Qadir Jailani
Ket Foto :
TEMBILAHAN - riautribune : Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan menghadiri haul Syekh Abdul Qadir Jailani bersama Gubernur Riau (Gubri), Arsyadjuliandi Rachman, Jalan Datuk Boge, Desa Pengalihan, Keritang, Selasa (9/1/2018) malam.
 
Disana, kehadiran Bupati Inhil, HM Wardan juga bertujuan untuk memenuhi undangan haul H Mandu dan Hj Nuhrah serta syukuran atas kelulusan pendidikan putra - putri almarhum dan almarhumah.
 
Pada kesempatan itu, dihadapan masyarakat yang hadir, Bupati enyampaikan informasi tentang pembangunan, terutama pembangunan infrastruktur yang telah dilaksanakan dalam masa jabatannya sejak tahum 2013 lalu.
 
"Kegiatan pembangunan yang kita laksanakan dengan melibatkan langsung masyarakat memang masih dihadapkan dengan kendala keterbatasan anggaran yang menjadi problema klasik sejak dulu," pungkas Bupati
 
Namun, Bupati menuturkan, permasalahan yang dihadapi, tidak menjadi sebuah alasan untuk Pemerintah Kabupaten Inhil bersama masyarakat melaksanakan pembangunan. Dia mengaku, sebagai seorang Kepala Daerah telah berupaya mencari sumber pembiayaan pembangunan, baik yang berasal dari Pusat maupun Provinsi.
 
"Tentunya, masih banyak kegiatan pembangunan yang belum kita laksanakan karena keterbatasan anggaran. Seperti, jalan yang di depan kita ini, yang menghubungkan Simpang Granit dengan Pelabuhan Samudera Kuala Enok yang saat ini telah berstatus jalan Nasional" ungkap Bupati.
 
Bupati berharap, kedepan, pembangunan infrastruktur yang menjadi harapan masyarakat dan prioritas Pemerintah Kabupaten Inhil dapat terwujud secara optimal. (Akmal/Diskominfops Inhil)
 
Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.