Usung Kader Sendiri

Demokrat Riau Diapresiasi Masyarakat.

Dibaca: 21708 kali  Selasa, 09 Januari 2018 | 22:07:22 WIB
Demokrat Riau Diapresiasi Masyarakat.
Ket Foto :

PEKANBARU-riautribune: Warga Pekanbaru apreasiasi atas langkah partai Demokrat Riau yang mengusung kader sendiri, hal ini terungkap dari respon nitizen yang muncul di dunia maya. Seperti halnya budi (40) akademisi yang juga pegawai swasta ini mengaku cukup apresiasi atas langkah partai Demokrat Riau yang menjatuhkan pilihannya kepada kader sendiri untuk maju pada Pilgubri 2019.

"Demokrat telah membuktikan bahwa ini adalah partai kader, salut untuk partai biru ini. Bahkan ini sesuai dengan komitmen ketua umum demokrat SBY yang membuka pidato politiknya di awal tahun 2018, bahwa Demokrat akan majukan kader sendiri. Ini bukti bahwa kaderisasi di organisasi ini berjalan,"Ucap Budi, Selasa (9/1)

Beberapa nitizen lain juga menyatakan apresiasinya dengan aksi Demokrat dalam menyambut pasangan calon melalui iring-iringan Go-Jek menuju kantor DPD Demokrat Riau senin kemarin.

"Ini baru pilgubri, ekonomi masyarakat kecil seperti Go-jek juga terdorong oleh sewa menyewa sarana transportasi merakyat,"Ucap Subur (29) yang bertugas sebagai juri parkir di jalan Arifin Ahmad Pekanbaru.

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.