Usai Operasi, Jamaah Haji Asal Mandau Meninggal di Mekkah

Dibaca: 72559 kali  Ahad, 04 Oktober 2015 | 17:22:45 WIB

BENGKALIS-riautribune: Jamaah Haji (JH) Kabupaten Bengkalis asal Kecamatan Mandau, Nurinis binti Burhan (74) meninggal dunia pada Sabtu (3/10) sekitar pukul 06.00 WAS atau 02.00 WIB. Korban meninggal dunia pasca menjalani operasi besar di perut karena gangguan pencernaan.

Sementara itu, jamaah haji lainnya atas nama Asnah saat ini masih dirawat di rumah sakit dan masuk ICU. Jamaah haji asal Kecamatan Mandau ini, mengalami gangguan pencernakan, dan kondisi masih dibantu alat pernapasan.

“Sebelumnya, Ibu Nurinis mengalami gangguan pencernaan, tidak bisa makan. Kemudian diputuskan untuk dibawa ke rumah sakit, tingkat kesadarannya menurun. Pada malam itu, langsung diambil tindakan untuk dioperasi. Setelah operasi dimasukan ke ICU, paginya beliau meninggalkan,” ungkap Petugas TKHI, dr Azahari Effendi yang juga Kepala UPTD Puskesmas Kecamatan Pinggir, Sabtu (3/10).


Diketakan Azahari, sejak di Madinah jamaah asal kloter VII embarkasi Batam ini, sudah tidak mau makan. Petugas berusaha terus membujuk Nurinis untuk mau makan, agar kondisinya tetap fit. Awalnya, korban bersedia menuruti intruksi dari petugas kesehatan dan mau makan. “Kita juga minta tolong kepada teman-teman satu kamarnya untuk memantau dan membujuk ibu Nurinis agar tetap makan,” ungkapnya.

Meskipun petugas dan teman-teman satu kamarnya membujuk untuk makan, namun korban tidak bersedia makan. Akibatnya, kondisi Nurinis semakin menurun, kemudian langsung dibawa ke rumah sakit sektor, namun tidak bisa ditangani pada waktu itu juga langsung dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi.

Ditanya apakah Nurinis sempat menjalankan rangkaian ritual haji, Kepala UPTD Puskesmas Pinggir ini menjelaskan, meski dalam kondisi sakit sebelumnya korban telah menjalankan seluruh rangkaian ritual haji. “Insya-Allah sudah selesai melaksakan ibadah haji,” ujar Azahari.

Sedangkan Asnah jamaah yang saat ini dirawat di rumah sakit, waktu itu belum sempat melaksanakan tawaf ibadah. Karena selesai wukuf, ketika proses di Mina saat mau balik tawaf ibadah, Asnah langsung dirujuk ke rumah sakit di Mina karena sakit. Jenis penyakit yang diderita Asnah, gangguan/pendarahan pencernaaan, sempat buang air campur darah dan HB-nya sempat turun. “Ketika di rumah sakit, ada terjadi komplikasi penyakit lain, sehingga beliau dilakukan perawatan intensif di ruang ICU,” katanya

Sejauh ini, anak Asnah yang ikut ibadah haji sudah menjenguk di RS dan meminta agar orang tuanya diberikan perawatan maksimal. Apabila sampai waktu jadwal kepulangan pada tanggal 8 Oktober, kondisi Asnah masih dirawat, tentu yang bersangkutan tidak bisa pulang bersama rombongan kloter VII Kabupaten Bengkalis. Namun yang bersangkutan tetap akan dirawat dan ditangani oleh petugas di Arab Saudi, apabila kondisinya sudah membaik dan bisa diizinkan untuk pulang, akan ditangani oleh Konsulat Jenderal di Mekkah.

“Kami mohon doa dari keluarga dan seluruh masyarakat Kabupaten Bengkalis, khususnya  kecamatan Mandau – Pinggir untuk mendoakan ibu Asnah agar cepat sembuh. Kemudian kami diberi keselamatan dan kelancaran saat pulang ke tanah air pada 8 Oktober mendatang,” ujar Azahari. (afa)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »