Tingginya Harga Bahan Pokok,

Penyebab Kian Bertambahnya Kemiskinan di Riau

Dibaca: 46498 kali  Rabu, 03 Januari 2018 | 15:03:52 WIB

PEKANBARU -  riautribune : Badan Pusat Statistik Riau mencatat sebanyak 496 ribu orang miskin di Riau. Kemiskinan ini dikarenakan

kenaikan harga bahan makanan di Riau.

Disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau Aden Gultom pada, Selasa (2/1/2018) naiknya harga bahan makanan jadi pemicu kemiskinan.
"Tidak hanya itu, bahan makanan juga salah satu faktor yang menyebabkan inflasi di Riau," ungkapnya.
 
Jika dilihat dari garis kemiskinan di Riau Rp 465.181 perkapita. Tercatat ada 496 ribu orang miskin di Riau. 
 
Aden mengatakan bahwa jumlah tersebut sudah berkurang daripada yang sebelumnya.
Sebab pada periode September 2016 hingga Maret 2017 lebih tinggi daripada jumlah penduduk miskin periode Maret 2017 hingga September 2017.
 
"Ia menjelaskan, tingginya jumlah penduduk miskin pada periode maret 2017 lalu dikarenakan tidak tersalurkannya beras miskin (raskin)," ungkapnya.
 
"Kemudian pada Maret hingga September 2017 lalu raskin sudah disalurkan. Sehingga pada periode ini Riau penduduk miskin di Riau berkurang," jelasnya.
 
"Selain bantuan raskin, Riau juga dibebani dengan mendatangkan beras dari luar. Tidak seperti Sumbar yang beras dan bahan makanan lainnya melimpah disana," ungkapnya.
 
Kemudian Aden juga menjelaskan bahwa tingkat kemiskinan tertinggi di Riau terjadi di perdesaan. "Hal ini disebabkan oleh sulitnya akses dan hasil dari pembangunan ini lebih mudah di nikmati di kota dibandingkan di perdesaan," katanya.
 
"Selain itu, penduduk di perdesaan masih menggunakan metode marginal dalam bertani, kemudian nelayan juga tidak memiliki modal, sehingga inilah yang menjadi sulitnya berkurang penduduk miskin di perdesaan," jelasnya.(kr)
Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Senin, 19 November 2018 - 13:09:05 WIB

Ketua DPR Apresiasi ARDINDO Berdayakan Koperasi dan UMKM

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo bangga terhadap Asosiasi Perdagangan Barang, Distributor, Keagenan dan Industri Indonesia (ARDINDO) yang berhasil meluncurkan ARDINDO MART sebagai sebuah upaya memberdayakan koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sekaligus, mendorong jiwa kewirausahaan dalam mendongkrak perekonomian nasional.