Akibat Cuitannya yang Provokatif terhadap Ustaz Abdul Somad,

Zulfikar Akbar Dipecat dari Harian Topskor

Dibaca: 21487 kali  Rabu, 27 Desember 2017 | 11:08:44 WIB
Zulfikar Akbar Dipecat dari Harian Topskor
Ket Foto :

JAKARTA - riautribune : Zulfikar Akbar, Wartawan Harian Topskor yang cuitannya menjadi viral dan banyak mendapat tanggapan Netizen akhirnya dikeluarkan dari Harian Topskor. Kepastian tentang dikeluarkannya Zulfikar diperoleh dari Pemimpin Redaksi Harian Topskor, M. Yusuf Kurniawan lewat akun pribadinya @Yusufk09.

Yusuf mengatakan bahwa setiap perbuatan ada pertanggungjawabannya. Dan Zulfikar sudak umumkan sendiri vonis redaksi terhadap dirinya di akun pribadinya. Yusuf menjelaskan sejak saat ini Topskor tidak ada kaitan lagi dengan Zulfikar. Demikian pernyataan M. Yusuf.

Sementara Zulfikar dalam tweet sematannya mengatakan, "Sekali lagi saya mohon maaf bagi teman-teman yang masih tersinggung. Janji saya, tidak akan mengulangi hal-hal yang mengusik teman. Sebuah desakan dari teman-teman muslim yang tersinggung sudah disikapi redaksi. Keputusan mereka; saya di-cut sebagai sangsi yang saya terima dengan lapang dada," cuitnya.

Sementara itu, sejak adanya klarifikasi dari pemimpin redaksi soal pemecatan Zulfikar, timeline kembali mulai cooling down dari tagar #BoikotTopskor walaupun masih ada beberapa akun yang tetap memainkan tagar tersebut.

Beberapa netizen menyampaikan terima kasih atas respon dari pimpinan redaksi Topskor dan memuji sikap tegasnya. Sebagian lagi mengajak untuk mengambil hikmah dari kejadian ini agar tidak terulang lagi dikemudian hari.

Sebelumnya, tagar #BoikotTopSkor mendadak ramai dikicaukan oleh para pengguna media sosial twitter. Hal ini tak lepas dari kicauan salah seorang pengguna twitter @zoelfick yang mengkritik sikap Ustad Abdul Somad yang beberapa hari lalu sempat ditolak Hong Kong.

Dalam cuitan pengguna twitter yang diketahui bekerja di Harian Top Skor tersebut, ia mengkritik sikap Ustad Somad yang malah menyalahkan pihak Hong Kong yang menolak dirinya. Berikut isi cuitan pengguna twitter dengan nama Zulfikar Akbar tersebut.

Ada pemuka agama rusuh ditolak di Hong Kong, alih-alih berkaca justru menyalahkan negara orang. Jika Anda bertamu dan pemilik rumah menolak, itu hak yang punya rumah. Tidak perlu teriak di mana - mana bahwa Anda ditolak. Sepanjang Anda diyakini mmg baik, penolakan itu takkan terjadi. Zulfikar Akbar (@zoelfick) December 24, 2017.

Tak berselang lama, kicauan Zulfikar tersebut langsung ramai mendapat tanggapan dari para pengguna twitter lainnya. Tak tanggung- tanggung, pengguna twitter membalas kritikan Zulfikar lewat tagar #BoikotTopSkor.

Jurnalis Topskor si @zoelfick terbukti memfitnah ulama dan umat islam secara keji #BoikotTopskor,tulis akun @Proksi2000 yang menyebut kritikan Zulfikar merupakan sebuah fitnah terhadap Ustad Somad.

Berbeda dengan cuitan @Fikar95933481 yang menuntut Zulfikar untuk mempertanggung jawabkan cuitannya tersebut. Semua yg sudah dilakukan, termasuk kpd UAS, harus diminta pertanggung jawaban. #BoikotTopskor.

Untuk teman2 yang belum tahu si penghina Ust Somad @zoelfick jurnaslis @HarianTopSkor ini saya kasi info lagi.#BoikotTopskor #BoikotTopskor #BoikotTopskor #BoikotTopskor.

Betapa biadabnya manusia yang mengaku Islam ini dengan seenaknya bilang Ust Somad pemuka agama rusuh pic.twitter.com/cVNFrmOFaZ, PUTRA MELAYU (@ardi_riau) December 26, 2017.Ada juga pengguna twitter yang meminta Zulfikar memberikan bukti dari tudingannya dalam cuitan terhadap Ustad Somad.

Jadi menurut jurnalis topskor UAS dianggap radikal krn mengajarkan syariah islam dan umat yg mengamalkan syariah islam spt yg disampaikan UAS dituduh beringas? Coba tunjukkan kebringasan yg disebabkan ceramah UAS..jgn asal main fitnah #BoikotTopskor, tulis akun @Nichi_Vaganza.

Kpd teman-teman muslim yg merasa tersinggung krn kritikan sy atas @ustabdulsomad saya ingin sampaikan permintaan maaf dan klarifikasi sekaligus- Zulfikar Akbar (@zoelfick) December 26, 2017.

Mengetahui dirinya dikritik habis oleh pengguna twitter, Zulfikar pun menyampaikan permintaan maafnya. Ia meminta maaf kepada umat muslim dan khususnya Ustad Somad. Ia menyebut bahwa permintaan maafnya tersebut tidak dilakukan atas dasar tekanan dari pihak manapun. (grc)

 
Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »