Maulid Nabi Merupakan Tradisi Peringati Hari Lahir Rasulullah SAW

Dibaca: 26882 kali  Jumat, 15 Desember 2017 | 14:21:55 WIB
Maulid Nabi Merupakan Tradisi Peringati Hari Lahir Rasulullah SAW
Ket Foto :
TEMBILAHAN - riautribune : Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan menyebut, gelaran Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan sebuah tradisi untuk memperingati kelahiran Rasulullah SAW.
 
Pernyataan tersebut diutarakan Bupati pada saat menghadiri kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al - Mu'awanah, Jalan Tanjung Harapan, Tembilahan, Kamis (13/12/2017) malam.
 
Bupati mengatakan, hari lahir Nabi Muhammad SAW memang sudah sepantasnya untuk dikenang karena perjuangannya yang luar biasa dalam menegakkan Islam pada masanya.
 
"Acara memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW dilakukan setiap tahun sekali oleh umat Islam seluruh dunia. Kita harus memperingatinya supaya dapat terus mengenang bagaimana perjuangan Nabi Muhammad SAW pada zaman itu," ucap Bupati.
 
Atas perjuangan yang luar biasa kala itu, dikatakan Bupati, maka sudah semestinya seluruh ummat Muslim, terutama di Kabupaten Inhil, dapat meneladani Rasulullah di dalam kehidupan yang dijalani.
 
"Diharapkan, agar masyarakat bisa meneladani Nabi Muhammad dalam kehidupan sehari-hari untuk menjadi pimpin baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun di lingkungan," ungkap Bupati.
 
Bupati menuturkan, sikap dan prilaku yang seyogyanya diteladani dari Rasulullah SAW oleh masyarakat dapat dimulai dari hal - hal yang sederhana, misalnya menjaga silahturrahmi sesama ummat.
 
"Terus jaga silahturrahmi sesama umat, baik dengan tetangga, sahabat, keluarga, maupun seluruh umat di muka Bumi ini. Tak ada gunanya kita berselisih atau bermusuhan, karena Nabi Muhammad SAW tidak pernah mengajarkan umat - Nya berpecah - belah," imbau Bupati.
 
Sebagai tambahan, kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dihadiri Bupati juga diisi dengan satu rangkaian tausyiah oleh Al - Ustadz Fery Idha, LC.
 
Tausyiah yang disampaikan oleh Al - Ustadz Fery Idha, LC mengulas tentang pentingnya menjaga kerukunan antar sesama. Beberapa pesan moril pun termaktub dalam isi tausyiah yang diberikan, seperti jangan suka berselisih, tidak mencari kesalahan orang lain dan senantiasa mengoreksi kesalahan pada diri sendiri.
 
Pesan moril yang disampaikan, menurut Al - Ustadz Fery Idha, LC merupakan sikap dan perilaku yang senantiasa dijauhi Rasulullah SAW. Senada dengan Bupati, Al - Ustadz Fery Idha LC meminta, agar kaum muslim dapat istiqomah melaksanakan Sunnah Rasullullah SAW sebagaimana pesan moril yang tersirat dalam tausyiahnya.(adv/diskominfo inhil/akmal)
 

 

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »