Tahun Ini POMP Tahap Keempat

Bengkalis Gencar Cegah Kaki Gajah

Dibaca: 96548 kali  Jumat, 02 Oktober 2015 | 07:54:12 WIB
Bengkalis Gencar Cegah Kaki Gajah
Ket Foto : Hermanto didampingi Kabid Pengendalian Masyarakat Lingkungan Irawadi dan Kasi P2P, Ediyanto menyempatkan diri minum obat anti kaki gajah foto : afa

BENGKALIS-riautribune: Penjabat Bupati Bengkalis, Ahmadsyah Harrofie mengajak masyarakat untuk menyukseskan Pemberian Obat Massal Pencegahan (POMP) Filariasis tahap keempat. Langkah ini penting sebagai upaya mencegah dan meminimalisir penyakit kaki gajah di Kabupaten Bengkalis.

“Salah satu penyebab penyakit kaki gajah atau filariasis adalah cacing dalam tubuh kita. Cara mencegahnya, dengan minum obat anti cacing. Untuk itu, kami mengajak masyarakat datang ke pos POMP Filariasis agar diberi obat anti filariasis,” ungkap Asisten III Setda Bengkalis Hermanto, mewakili Pj. Bupati Bengkalis saat meninjau kegiatan POMP Filariasis, Kamis (1/10) kemarin.

Untuk melihat dari dekat kegiatan POMP Filariasis, mantan Kepala Kesehatan Bengkalis ini meninjau tiga pos. Tempat pertama yang ditinjau, Kantor Lurah Kota Bengkalis, yang menjadi lokasi pemberian obat Filariasis, kemudian dilanjutkan Pos POMP Filariasis di persimpangan Jalan Pendekik, Desa Pendekik dan terakhir di Pos POMP Filariasis Desa Sebauk.

Saat mengunjungi Pos POMP Filiariasis di Kantor Lurah Kota Bengkalis, Hermanto didampingi Kabid Pengendalian Masyarakat Lingkungan Irawadi dan Kasi P2P, Ediyanto menyempatkan diri minum obat anti kaki gajah. Kegiatan POMP Filariaris tahun keempat tingkat Kabupaten Bengkalis dilaksanakan selama satu bulan penuh di 522 pos POMP.

Sedangkan jumlah kader yang melayani kegiatan POMP Filariasis ini sebanyak 2.088 orang. Tahap keempat ini, Bengkalis menargetkan 85 persen dari jumlah penduduknya. Seperti diketahui, kegiatan POMP Filariasis tahap pertama dimulai Februari 2013 dengan jumlah sasaran 80,1 persen. Tahap kedua November 2013 sebanyak 78 persen dan tahun ketiga 74 persen dari total jumlah penduduk Kabupaten Bengkalis.

“Tingkat kesadaran warga untuk menyukseskan POMP Filariasis ini sangat baik. Sebab berdasarkan ketentuan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Badan Kesehatan Dunia WHO, menetapkan angka cakupan 65 persen dari total penduduk,” ungkap Hermanto.

Untuk mensukseskan kegiatan ini, Hermanto minta kepada stakeholder melibatkan pihak swasta, tokoh masyarakat, tokoh agama, guru, PKK, kader dan organisasi kemasyarakatan lainnya. “Rangkul seluruh elemen masyarakat dan pemerintahan, untuk gencar melakukan penyuluhan langsung, sosialisasi di tempat-tempat umum, institusi pendidikan, rumah ibadah, tempat kerja, Posyandu, media cetak dan lain-lainnya, agar seluruh sasaran mendapatkan obat tanpa ada yang terlewati,” ungkap Hermanto. (afa)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 25 Maret 2020 - 17:48:59 WIB

PERSOALAN WABAH COVID-19 DAN GEOPOLITIK PEMERINTAH DAERAH

Perkembangan teknologi perhubungan telah meluaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga dalam perekonomian. Arus pergerakan orang, barang dan uang pun meningkat serta berimbas pada tuntutan pelonggaran pintu-pintu masuk ke suatu daerah. Kata-kata globalisasi, integrasi regional, infrastruktur hingga deregulasi menggambarkan kecenderungan tersebu